Showing posts with label nyala api las. Show all posts
Showing posts with label nyala api las. Show all posts

√ Jenis jenis nyala api las asetilen dan penjelasannya

Jenis jenis nyala api las asetelin :
  1. Nyala Api Oksidasi (Nyala Oksigen lebih).
  2. Nyala Api Karburasi (Nyala asetilen lebih).
  3. Nyala Api Netral (Tekanan gas oksigen dan asetilen sama).
Jenis jenis nyala api las asetelin ada bermacam - macam menurut kegunaannya, yaitu nyala api yang digunakan untuk proses pengelasan, pemanasan dan pemotongan. Penggunaan atau pengaturan jenis nyala api berdasarkan besar tekanan yang keluar dari tabung yang diatur melalui regulator kemudian disalurkan melalui selang gas. Jenis nyala api oksigen asetilen ini juga berpengaruh terhadap nilai temperaturnya. Temperatur pada nyala api ini dapat mencapai 3000 derajat celsius. Untuk sahabat sekalian yang ingin mengetahui macam macam nyala api dan penjelasannya, berikut ini uraian dari blog Santika Aji.


https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/jenis-jenis-nyala-api-las-asetelin.html
Jenis - jenis nyala api asetilen

Nyala api oksidasi pada las asetilen

Nyala api oksidasi atau oksigen lebih pada las asetilen adalah jenis nyala api yang mempunyai perbandingan tekanan gas oksigen lebih besar dari pada tekanan gas asetilennya. Bentuk nyala api ini seperti kerucut namun pendek dan terdapat seperti aliran gas oksigen ditengahnya. Fungsi nyala api oksidasi adalah untuk pemotongan material logam. Selain itu nyala api oksidasi pada las asetilen juga dapat digunakan untuk pengelasan dengan jenis material perunggu dan kuningan.

Api oksidasi dihasilkan dengan meningkatkan oksigen kedalam campuran sehingga menghasilkan gas yang kaya akan oksigen. Nyala api oksidasi pada las asetilen ini memiliki suhu antara 6.000 dan 6.300 derajat fahrenheit. Nyala api oksidasi berbentuk lebih pendek serta lebih biru dari pada api netral dan karburasi. Selain itu nyala api oksidasi juga berbentuk kerucut dengan bagian dalam lebih runcing.

Oksigen yang berlebih dari nyala api ini akan bergabung dengan logam dan membentuk oksida. Nyala api ini akan menyebabkan terjadinya proses oksidasi atau dekarburisasi pada logam cair. Karena sifat pengoksidasi itulah sehingga nyala api oksidasi jarang digunakan untuk mengelas baja. Akan tetapi kadang-kadang digunakan untuk logam berbasis tembaga dan seng serta besi cor dan mangan. Selain itu juga digunakan dalam pengelasan fusion dari kuningan dan perunggu, namun tidak dianjurkan untuk pengelasan lainnya.
https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/jenis-jenis-nyala-api-las-asetelin.html
Nyala api oksidasi pada las asetilen

Nyala api karburasi pada las asetilen

Nyala api karburasi pada las asetilen adalah jenis nyala api yang mempunyai tekanan gas asetilen lebih besar dibandingkan dengan tekanan gas oksigen. Nyala api ini diproduksi dengan mengurangi jumlah oksigen dalam campuran, sehingga menghasilkan gas yang kaya akan asetilen. Nyala api karburasi memiliki suhu antara 5.400 dan 5.500 derajat Fahrenheit.

Nyala api karburasi berisi tiga tingkat warna yang berbeda yaitu berbentuk kerucut biru sangat terang yang terdapat pada ujung nosel dan dikelilingi oleh selubung berwarna biru gelap. Kemudian keduanya dikelilingi oleh selubung luar yang berwarna lebih gelap keungu-unguan. Nyala api karburasi adalah api reduksi karena tidak mengoksidasi logam. Selain itu nyala api ini merupakan nyala pengoksidasi karena tidak sepenuhnya membakar karbon. Karbon yang tidak dikonsumsi kemudian dipaksa masuk ke dalam logam. Sehingga nyala api ini digunakan untuk mengelas baja karbon tinggi dan logam lain yang tidak mudah menyerap karbon.

Fungsi nyala api karburasi adalah untuk pengelasan bahan logam monel, nikel dan berbagai jenis baja. Selain itu juga digunakan untuk heat treatment serta bahan pengerasan permukaan nonferous.
https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/jenis-jenis-nyala-api-las-asetelin.html
Nyala api karburasi pada las asetilen

Nyala api netral pada las asitilen

Nyala api netral pada las asitilen adalah jenis nyala api yang memiliki tekanan oksigen dan tekanan asetilen yang sama besar. Atau memiliki perbandingan yang seimbang antara tekanan gas oksigen dengan asetilen. Nyala api netral digunakan untuk sebagian besar aplikasi pengelasan gas. Nyala api ini memiliki jumlah asetilena dan oksigen yang kurang lebih sama. Untuk lebih tepatnya rasio oksigen terhadap asetilen untuk nyala netral terletak antara 1,0 sampai 1,1.

Nyala api netral memiliki suhu antara 5.600 sampai dengan 5.900 derajat Fahrenheit atau antara 3300 sampai 3500 derajat celsius. Nyala api ini ukurannya lebih kecil dan terfokus dan terdiri atas kerucut dalam yang berwarna putih bersinar dan kerucut luar yang berwarna biru bening. Suhu Pada ujung kerucut dalam kira-kira 3000 derajat celsius dan di tengah kerucut luar kira-kira 2500 derajat celsius. Nyala api ini disebut netral karena menghasilkan sangat sedikit bahkan tidak ada reaksi kimia dalam logam cair. Karena sifatnya yang dapat merubah komposisi logam cair maka nyala asetilen berlebih dan nyala oksigen berlebih tidak dapat digunakan untuk mengelas baja.

Nyala api netral sebenarnya bertindak sebagai perisai gas untuk melindungi kolam pengelasan dari reaksi kimia dengan atmosfir, seperti gas lembam dalam TIG (gas inert tungsten) dan las busur MIG (metal inert gas). Fungsi nyala api netral adalah untuk pengelasan baja ringan, stainless, besi tuang, aluminium, tembaga.baja, baja tahan karat dan besi cor.
https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/jenis-jenis-nyala-api-las-asetelin.html
Nyala api netral pada las asetilen

Demikian ulasan tentang jenis - jenis nyala api las asetilen dan penjelasannya dari blog Santika Aji semoga dapat memberikan manfaat untuk sahabat sekalian. Jika ada saran dan kritik bolehlah untuk dituliskan pada kolom komentar yang telah disediakan dalam blog ini. Untuk artikel lain seputar dunia pendidikan, otomotif dan lainnya, sahabat sekalian silahkan klik pada label blog atau silahkan kunjungi halaman depan kami.
Terima kasih.

√ Pengertian las asetelin dan peralatanya

Las asetilin / asetilen

Pengertian Las Oksi-Asetilin.        
Las Oksi asetilin adalah pengelasan yang dilaksanakan dengan pencampuran 2 jenis gas sebagai pembentuk nyala api dan sebagai sumber panas.

Peralatan  Las Asetilin 
Peralatan las asetelin pada umumnya terdapat lima komponen, komponen-komponen tersebut akan kami jabarkan sebagai berikut;

1. Botol gas asetilin dan botol oksigen.
Botol gas asetilin terbuat dari baja yang berisi gas asetilin yang telah dimanfatkan dengan volume 40 liter Dan tekanan hingga 15 bar.

Botol oksigen juga terbuat dari baja yang berisi gas oksigen yang telah dimanfatkan dengan tekanan gas sampai 151 bar. Di atas botol oksigen dipasang sebuah keran yang dilengkapi dengan sumbat pengaman. Bila tekanan gas dalam botol naik karena pengaruh panas, maka sumbat akan pecah dan gas kelebihan akan keluar. Gas oksigen yang dapat diisikan pada botol tersebut sebanyak 74,5 m3 dengan kadar gas oksigen murni 99,5 %.           

2.  Generator asetilin
Gas asetilin dapat dibuat secara sederhana dengan cara mencampur karbit di tambah air dengan rumus kimia CaC2 + 2H2O       C2H2 +  Ca (OH) + kalor. Pencampuran ini dilakukan dalam sebuah tabung yang disebut generator asetilin. Bagian-bagian utama dari generator asetilin adalah ruang karbit dan dapur gas, ruang air, ruang gas asetilin, kunci air, alat pmbersih gas, alat pengaman bila kelebihan gas.

3.  Regulator
Regulator berfungsi untuk mengatur tekanan isi menjadi tekanan kerja  yang tetap besarnya. Pada regulator terdapat dua manometer yaitu manometer tekanan isi dan manometer tekanan kerja. Yang dimaksud tekanan isi adalah tekanan gas yang berada dalam botol.
Sedangkan yang dimaksud tekanan kerja adalah tekanan yang dibutuhkan pada waktu melakukan pekerjaan las.

4.  Pembakar (torch)
Fungsi pembakar pada las asetilin adalah untuk mencampur oksigen dan gas   asetilin yang jumlah isinya hampir sama. Pada pembakar dapat dipasang berbagai ukuran ujung pembakar, untuk memperoleh nyalah api yang sesuai dengan tebal benda kerja yang akan di las atau dipotong. Pembakar berhubungan dengan dua selang yaitu selang untuk gas asetilin dan selang untuk gas oksigen.

Ruang pencampur dan keran pengisi berfungsi untuk mengatur banyaknya oksigen dan asetilin yang digunakan. Dikenal dua jenis pembakar yaitu pembakar tekanan rendah dan pembakar tekanan rata.

5. Selang Las
Selang berfungsi untuk menyalurkan gas dari botol gas atau regulator ke pembakar. Selang ini harus tahan tekanan tinggi tetapi lemas atau tidak kaku. Selang gas biasanya berwarna hitam atau hijau. Pada ujung-ujung selang terdapat pula mur pengatur dengan ulir kiri. Fungsi mur pengatur   pada kedua selang tersebut adalah untuk mengikat regulator dan mengikat pembakar.

Untuk menjaga kekeliruan saat pengikatandengan regulator dan pembaklar maka baut dan mur pengikat dibedakan satu sama lain, begitu juga bentuk nipelnya dibuat berbeda.


√ Pembuatan Oksigen Dan Pembuatan Asetelin




Pembuatan Oksigen
Secara teknis, oksigen di dapat dari udara yang dicairkan. Kemudian dengan cara elektrolisa, campuran udara cair dan air dipisahkan oleh oksigen. Masalah yang sulit adalah antara Nitrogen dan Oksigen . 

Nitrogen titik didihnya lebih besar, dan titik didih kedua gas tersebut hanya berbeda 13 0C saja. (Oksigen = -183 0C dan Nitrogen = -196 0C),  sehingga perlu pemurnian oksigen  dilaksanakan secara berulang-ulang. Kemurnian yang dapat dicapai sampai 99,5 % dan kemudian dimanfaatkan dalam tangki-tangki baja dengan tekanan kerja antara    15-30 atm. 

Keuntungan pemakaian oksigen adalah keadaan oksigen yang cukup cair tersebut, dapat dipertahankan  pada tangki penyimpan dan mudah  pada saat pengangkutan. Pada saat dibutuhkan dengan menggunakan alat  (Gasificator), oksigen cair dijadikan oksigen gas, dengan tekanan yang besar  kemudian oksigen gas tersebut disimpan pada botol-botol baja. 

Tekanan pada botol-botol baja dibagi berdasarkan kelas. Kelas medium tekanannya sampai 15 atm dan kelas tekanan tinggi sampai dengan 165 a atm.

Oxygen Quality Control
Untuk mengetahui kemurnian oksigen, dipakai alat Oxygen Purity Test Ap Apparatus, pada  prinsipnya adalah mereaksikan oksigen dengan larutan ammonia (NH4OH) + CU CL2 , sisa yang tidak terlarut adalah nitrogen dan argon.

Pembuatan Asetilin
Secara komersial (C2H2) untuk industri las karbit, diperoleh dengan mereaksikan  kalsium karbid dengan air.  Jadi asitelin adalah gas hidro karbon yang diperoleh dari unsur-unsur kapur, karbon dan air dengan reaksi sebagai berikut :   Ca O + 3 Ca C2 + Co 108 + k .kal/g.mole (jadi pembakaran kapur dengan karbon tanpa  udara). 

Asetilin tidak berbau dan tidak berwarna, sedangkan dalam perdagangan ada bau khusus karena ada kotoran belerang dan phosphor. Asetilin murni mudah meledak karena faktor-faktor tekanan dan temperature. Tetapi faktor-faktor lain yang  mempengaruhi expobility dari asetilin adalah adanya kotoran-kotoran, katalisator, kelembaban, sumber-sumber penyalaan, ukuran dan bentuk tangki.

Karena alasan-alasan tersebut di atas, pada asetilin generator dibatasi, tekanan asetilin maksimum 5 atm. Karena asetilin di atas tekanan 2 atm dapat meledak. Untuk mengatasinya jika asetilin disimpan di dalam botol bertekanan lebih besar dari 2 atm, harus  dilarutkan  pada aseton cair.

Caranya adalah melapisi dinding dalam botol pen yimpanan dengan asbes ferrous  dan dicelupkan dengan acetone cair.  

√ Perlengkapan Las Asetelin

Sebelum kita mulai menggunakan las asetelin untuk mengelas, terlebih duu kita persiapkan perlengkapan dengan tepat dan efektif. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kita melakukan pekerjaan pengelasan. Ketika perlengkapan untuk pengelasan telah kita siapkan, maka kita tidak perlu bolak balik untuk mencari perlengkapan yang digunakan untuk mengelas.

Efektifitas perlengkapan las juga sangat penting, karena jika kita tidak memilih perlengkapan secara efektif maka yang terjadi adalah menumpuknya perlengkapan lain yang sebenarnya tidak kita butuhkan dalam proses pengelasan.
https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/perlengkapan-las-asetelin.html
Perlengkapan las asetilin - Santika Aji

Untuk itu kita perlu mengetahui apa saja perlengkapan las asetelin, berikut aartikel tentang perlengkapan las asetelin ; 

1.Korek Api Las
Korek api las digunakan untuk menyalakan gas, karena tangan kita posisinya terlalu dekat dengan ujung pembakar sehingga sangat mudah terjilat api. Untuk itu menyalakan gas ini biasanya digunakan korek api las.

2.Sikat kawat (wire brush) 
Sikat kawat berfungsi untuk membersihkan benda kerja yang akan dilas dan sisa-sisa terak yang masih ada setelah dibersihkan dengan palu terak. Bahan serabut sikat terbuat dari kawat-kawat baja yang tahan terhadap panas dan elastis, dengan tangkai dari kayu yang dapat mengisolasi panas dari bagian yang disikat.

3.Palu las (chipping hammer).
Palu las digunakan untuk membersihkan terak yang terjadi akibat proses pemotongan dan pengelasan dengan cara memukul atau menggores teraknya. Pada waktu membersihkan terak, gunakan kacamata terang untuk melindungi mata dari percikan bunga api dan terak.

Ujung palu yang runcing digunakan untuk memukul pada bagian sudut rigi-rigi. Palu las sebaiknya tidak digunakan untuk memukul benda-benda keras, karena akan mengakibatkan kerusakan pada bentuk ujung-ujung palu sehingga palu tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

4.Tang penjepit 
Tang elektroda digunakan untuk menjepit elektoda las. Alat ini terdiri atas mulut penjepit dan pegangan yang dibungkus penyekat

5.Air
Air digunakan untuk mendinginkan benda kerja setelah pengelasan.

Demikian lima perlengkapan dasar dalam pengelasan menggunakan las asetelin, semoga artikel perlengkapan las asetelin ini bermanfaat bagi sahabat sekalian.


√ Bagian - bagian las asetilin / asetilen dan penjelasannya

Bagian - bagian las asetilin / asetilen:

  1. Tabung oksigen
  2. Katup silinder oksigen
  3. Katup silinder asetilin/asetilen
  4. Torch / brander
  5. Selang oksigen
  6. Saluran asetilen
  7. Tabung asetilen
  8. Regulator asetilen
  9. Regulator oksigen
  10. Katup pengatur tekanan
Las asetilen adalah pengelasan yang dilaksanakan dengan pencampuran 2 jenis gas sebagai pembentuk nyala api dan sebagai sumber panas. Las asetilen juga biasa disebut dengan las karbit dimana pengelasannya menggunakan gas asetilen (C2H2) sebagai bahan bakar. Prosesnya adalah membakar bahan bakar yang telah dibakar dengan gas oksigen (O2) sehingga menimbulkan nyala api dengan suhu sekitar 3.500°C dan dapat mencairkan logam induk serta logam pengisi. Gas Asetilen diproduksi melalui reaksi antara Kalsium Karbit (CaC2) dengan air (H20).

CaC2 + 2H2O → Ca(OH)2 + C2H2

Teori las asetilen sebaiknya dipahami dahulu sebelum menggunakan las asetilen supaya tidak terjadi kesalahan yang bisa menyebabkan kecelakaan kerja. Oleh karena itu blog ini menyajikan teori tentang las asetilen dan berbagai teori lainnya. Sedangkan pada halaman ini khusus membahas tentang penjelasan bagian-bagian las asetilen yang semoga dapat mudah untuk dipahami sahabat sekalian.


Tabung oksigen

https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/bagian-bagian-las-asetelin.html
Tabung gas oksigen dan asetilen/asetilin
Tabung oksigen berfungsi untuk menampung gas oksigen. Tabung oksigen biasanya berwarna biru atau hitam, mempunyai katub atau pembuka katup berupa roda tangan, baut serta mur pengikatnya menggunakan ulir kanan. Bagian atas ada dudukan untuk memasang regulator.

Katup silinder oksigen

https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/bagian-bagian-las-asetelin.html
Katup silinder oksigen las asetilen

Katup silinder oksigen terletak diujung atas silinder berguna untuk membuka atau menutup keluarnya oksigen sesuai keperluan. Dalam katup ini terdapat lubang pengaman dimana jika temperatur naik maka tekanan akan naik, tekanan akan dikurangi lewat pengaman ini .



Katup silinder asetilin

https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/bagian-bagian-las-asetelin.html
Katup silinder asetilen

Katup silinder asetilin terletak diujung atas berguna membuka atau menutup keluarnya asetilin juga terdapat pengaman yang akan mencegah terjadinya ledakan karena tekanan panas dari dalam silinder.



Torch / brander

https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/bagian-bagian-las-asetelin.html
Torch / brander las asetilene
Torch / brander merupakan tempat bercampurnya gas asitelin dan oksigen setelah melalui proses pembukaan katup-katup penyetelan gas asetilene dan oksigen pada brander. Campuran gas asetilen dan oksigen mengalir melalui batang brander menuju saluran keluar pada ujung brander yang berlubang.

Selang oksigen

https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/bagian-bagian-las-asetelin.html
Selang oksigen las asetilen / asetilin

Selang Oksigen merupakan penghubung antara gas oksigen yang keluar dari tekanan kerja regulator dengan brander las. Selang oksigen berwarna hijau/biru dan memiliki ulir kanan. Selang, dibuat spesial mampu manahan tekanan tinggi, dibuat dalam ukuran 3/16”, ¼”,3/8” and ½”.

Selang asetilen / asetilin

https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/bagian-bagian-las-asetelin.html
Selang asetilen / asetilin

Selang asetilin merupakan penghubung antara gas asetilin yang keluar dari tekanan kerja regulator dengan brander las. Selang gas asetilin berwarna merah dengan ulir kiri.

Tabung asetilen / asetilin

https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/bagian-bagian-las-asetelin.html
Tabung asetilen / asetilin

Tabung gas asetilin berfungsi untuk menampung gas gas asetilin. Untuk tabung gas asetilin menggunakan tabung berwarna putih atau kuning. Di dalam tabung asetilin terdapat beberapa alat misalnya bahan berpori seperti kapas sutra tiruan atau asbes yang berfungsi sebagai penyerap aseton, yaitu bahan supaya asetilin dapat larut dengan baik dan aman di bawah pengaruh tekanan. 

Dibagian bawah tabung diberi sumbat pengaman atau sumbat lebur akan meleleh dan lubang sumbat akan bocor bila sumbat pengaman mencapai suhu 100°C. Pengeluaran gas tidak boleh lebih dari 750 liter/jam. Tabung ini berisi 40 s.d. 60 liter gas asetilin, bentuknya pendek dan gemuk, biasanya berwarna merah.


Regulator asetilen / asetilin

https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/bagian-bagian-las-asetelin.html
Regulator asetilen / asetilin

Fungsi dari regulator asetilin yaitu untuk mengukur tekanan gas di dalam tabung dan mengatur tekanan kerja pengelasan. Regulator asetilin berwarna merah. Regulator atau lebih tepat dikatakan Katup Penutup Tekan, dipasang pada katub tabung dengan tujuan untuk mengurangi atau menurunkan tekann hingga mencapai tekana kerja torch. 

Regulator ini juga berperan untuk mempertahankan besarnya tekanan kerja selama proses pengelasan atau pemotongan. Pada regulator terdapat bagian-bagian seperti saluran masuk, katup pengaturan tekan kerja, katup pengaman, alat pengukuran tekanan tabung, alat pengukuran tekanan kerja dan katup pengatur keluar gas menuju selang. 

Regulator asetilin memiliki jenis ulir kiri dan kemampuan regulator yaitu dibuat sampai 500 psi, dan tekanan kerja 15 psi.

Regulator oksigen

https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/bagian-bagian-las-asetelin.html
Regulator oksigen las asitilen

Fungsi dari regulator oksigen ini yaitu untuk mengukur tekanan gas oksigen di dalam botol dan mengatur tekanan kerja pengelasan. Untuk regulator oksigen menggunakan warna hijau. Regulator ini juga berperan untuk mempertahankan besarnya tekanan kerja selama proses pengelasan atau pemotongan.

Ulir sambungan regulator oksigen menggunakan ulir kanan. Regulator oksigen, dimana tabung oksigen penuh tekanannya adalah 2200 psi, untuk mengelas tidak memungkinkan dengan tekanan sebesar itu maka perlu regulator. Regulator oksigen mampu menahan tekanan sebesar 3000 psi.


Katup pengatur tekanan (Silinder pressure)

https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/bagian-bagian-las-asetelin.html
Katup pengatur tekanan

Pengatur tekanan atau lebih sering disebut katup pereduksi tekanan, dihubungkan pada katup gas atau oksigen untuk mendapatkan tekanan kerja yang sesuai dengan torch, pada umumnya terdiri dari kran yang dilengakapi dengan dua manometer, yang berhubungan langsung dengan gas asetilin atau oksigen disebut manometer isi.

Sedangkan yang berhubungan dengan torch disebut manometer kerja. Nosel didalam regulator terbuka dan tertutup oleh katup yang ditekan oleh pegas dan dihubungkan dengan membran. Dengan cara mengatur tekanan ulir pada membran, tekanan gas yang masuk ke torch mempunyai harga tertentu dan konstan.

Semoga artikel tentang bagian-bagian las asetelin ini dapat bermanfaat bagi sahabat sekalian. Jika ada kritik dan saran besar harapan dari saya untuk sahabat tuliskan pada kolom komentar blog ini. Untuk mencari artikel lain, silahkan sahabat ketik pada kolom pencarian pada bilah sebelah kanan, atau pilih label yang sesuai dengan keinginan sahabat.
Terima kasih.

√ Alat ukur dalam perbengkelan las karbit

Alat ukur dalam perbengkelan las karbit

Dalam perbengkelan las karbit mutlak diperlukan alat-alat pengukuran, mulai dari besaran tekanan serta volume gas dan asetilin, hingga besaraan panjang, maupun besaran sudut benda kerja guna menunjang kualitas hasil kerja. Alat- alat ukur yang diperlukan adalah alat-alat ukur dalam perbengkelan kerja bangku pada umumnya, ditambah alat khusus untuk mengukur tekanan gas dan asetilin.

Seperangkat alat ukur merupakan seperangkat alat pertukangan yang digunakan untuk pengukuran pada proses pekerjaan logam sehingga pekerjaan dapat dihasilkan dan dikontrol dengan cermat. Peralatan ukur dirancang untuk mendapatkan hasil ukuran dari suatu benda yang sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan ukuran yang tepat. Peralatan ukur merupakan alat pokok bagi seorang tukang sehingga jika digunakan dengan cara yang tidak benar maka keuntungan yang seharusnya diperoleh dari hasil pengukuran tersebut akan hilang begitu saja dan bahkan dapat merugikan serangkaian proses kerja.
https://santikoaji.blogspot.com/2016/07/alat-ukur-dalam-perbengkelan-las-karbit.html
Alat ukur dalam perbengkelan
Untuk itu salah satu faktor penting untuk belajar menjadi seorang pekerja orang bidang logam adalah mengenal terlebih dahulu nama - nama peralatan ukur dan fungsinya serta dapat mengetahui dengan tepat dan benar penggunaannya. Beberapa peralatan ukur yang biasa dipergunakan bidang pekerjaan logam adalah sebagai berikut :

Regulator

Regulator berfungsi untuk mengukur tekanan volume gas di dalam tabung, serta untuk mengatur tekanan kerja gas yang dikeluarkan, sehingga tekanan gas yang dikeluaarkan stabil, menghasilkan nyala las yang konstan, sesuai dengan harapan pengelas.

Terdapat dua macam regulator dalam perbengkelan las karbit, yakni regulator asetilin, dan regulator oksigen.

1. Regulator Asetilin
Regulator asetilin adalah regulator untuk mengukur tekanan volume dan tekanan kerja dari gas asetilin. Adapun ciri-ciri regulator asetilin adalah sebagai berikut :
  1. Skala tekanan volume hingga 35 kg/cm2.
  2. Skala tekanan kerja hingga 3,5 jg/ cm2.
  3. Berwarna merah / kuning/ orange.
  4. Dilengkapi baut pengikat, dengan arah ulir ke kiri.


2.Regulator Oksigen
Regulator oksigen adalah regulator untuk mengukur tekanan volume dan tekanan kerja dari oksigen. Adapun ciri-ciri regulator oksigen adalah sebagai berikut :
  1. Skala tekanan volume hingga 350 kg/cm2.
  2. Skala tekanan kerja hingga 30 kg/ cm2.
  3. Berwarna biru /hitam / abu-abu.
  4. Dilengkapi baut pengikat, dengan arah ulir ke kanan.


Cara mengatur tekanan kerja dengan regulator
Tekanan kerja adalah tekanan yang dibutuhkan pada waktu melakukan pengelasan. Cara pengaturannya dengan menggunakan regulator ialah :
  1. Kran pada tabung dibuka hinga memungkinkan gas keluar.
  2. Kran pengatur pada regulator diputar ke kanan (arah buka) hingga jarum penunjuk tekanan kerja menunjukkan tekanan sesuai keperluan.
  3. Tekanan kerja diatur dengan keadaan kran pembakar terbuka, sebab bila tekanan kerja diatur ketika kran pembakar tertutup maka pada saat memulai pengelasan tekanan kerja akan turun.

MISTAR UKUR

https://santikoaji.blogspot.com/2016/07/alat-ukur-dalam-perbengkelan-las-karbit.html
Macam macam alat ukur bengkel
Mistar ukur merupakan alat ukur yang sederhana yang dapat dipergunakan intuk mmperkirakan objek ukur. Kecermatan alat ukur ini hanyalah 0,5 mm. Yang termasuk ke dalam macam-macam mistar ukur ini ialah :
  1. Mistar baja, yang ada kalanya diberi kait pada ujungnya.
  2. Mistar lipat, yang biasanya terbuat dari bahan aluminium, baja, atau bahkan kayu. Dibandingkan dengan mistar biasa, hasil pengukurannya tidaklah lebh baik karena kemunginan adanya keausan pada engselnya, atau ketidaklurusan sewaktu mengukur.
  3. Mistar / meteran gulung, yang biasanya dibut dari pelat baja tipis, atau dari serat kain.

Mistar geser / Jangka sorong

Sering juga disebut dengan mistar ingsut, jangka geser, jangka sorong atau jangka ingsut.

Jangka geser nonius ( Vernier Caliper )
Pada umumnya mistar geser dapat bagian luar, bagian dalam, mupun untuk mengukur kedalaman. Namun ada mistar geser yang hanya dapat mengukur bagian luar dan bagian dalam saja.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan mistar geser :
  1. Rahang ukur gerak ( peluncur ) harus dapat meluncur pada batang ukur dengan baik tanpa goyang.
  2. Sebelum mengukur, periksa dahulu kedudukan nol serta kesejajaran dari kedua permukaan rahang.
  3. Ketegaklurusan alat ukur dengan benda ukur harus diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan dalam pengukuran.
  4. Besarnya tekanan pada waktu mengukur harus diperhatukan. Tekanan yang terlalu kuat akan menyebabkan kemungkinan terjadinya pembengkokan rahang ukur, lidah / tanduk ukur, maupun ekornya.
  5. Untuk menghindari kesalahan paralaks pembacaan harus tegaklurus terhadap skala alat ukur.
  6. Jangan menggunakan mistar geser untuk keperluan lain selain mengukur, seperti mencongkel, memukul, maupun menggores benda kerja.
  7. Penyimpanan mistar geser jangan saling bertumpuk dengan alat kerja yang lain.


Mistar Geser Jam (Dial Caliper )
Mistar geser jam adalah mistar geser yang dilengkapi dengan jam ukur. Jam ukur ini berfungsi sebagai pengganti skala nonius. Melalui roda gigi pada poros jam ukur dan gigi batang pada mistar, gerak lurus diubah menjadi gerak putar pada jarum jam.

Mistar Geser Ketinggian (Height Gauge)

Alat ukur ini berfungsi untuk mengukur ketinggian. Dalam penggunaannya mistar geser ketinggian ini memerlukan alat bantu, yaitu meja rata. Mistar geser ketinggian ini dilengkapi dengan rahang ukur yang dapat bergerak relativ terhadap batang berskala yang tegak lurus dengan landasannya. Penunjuk dari alat ukur ini dapatmenggunakan nonius dengan skala utama pada batang tegak, juga dapat menggunakan jarum jam. Namun kebanyakan mistar geser yang ada saat ini telah menggunakan penunjuk digital.

Dengan bantuan peralatan lain yang dipasang pada peluncur, mistar geser ketinggian ini dapat berfungsi untuk berbagai macam keperluan, antara lain :
  1. Mengukur ketinggian. Harga dari pengukuran ketiggian ini dapat dibaca pada skala utama dan nonius yang berada pada peluncur, yang bergerak vertikal relativ terhadap bidang datar, yang dapat berupa meja rata, atau terhadap permukaan yang lain sehingga hasil ukur dapat diketahui.
  2. Untuk menggores. Ujung dari rahang ukur biasanya runcing serta dibuat karbida atau logam keras, sehingga dapat digunakan sebagai penggores pada ketinggian tertentu.
  3. Sebagai pembanding. Rahang ukur dapat diganti dengan jam ukur (dial comparator) sehingga dapat membaca selisih pengukuran ketinggian dari dua permukaan yang hampir sama. Pada pengukuran ini diperlukan alat ukur standar.
  4. Alat ukur kemiringan. Pada pelunucnya dapat dipasangkan busur derajat universal, sehingga dapat membaca kemiringan relativ suatu permukaan terhadap bidang datar / meja  rata.

Busur Baja (Steel Engineer Protractor)

https://santikoaji.blogspot.com/2016/07/alat-ukur-dalam-perbengkelan-las-karbit.html
Kumpulan alat ukur bengkel
Busur baja merupakan alat ukur sudut langsung dengan kecermatan sampai satu derajat. Oleh sebab itu hanya dipergunakan untuk mamperkirakan harga sudut secara kasar. Alat ini berupa suatu tembereng setengah lingkaran dari pelat baja dengan pembagian skala dalam satu derajat pada tepi lingkaran.
Satu pelat baja yang berengselkan pada titik pusat lingkaran, dapat berputar, sehingga bagian yang runcing berfungsi sebagai garis indeks untuk pembacaan skala yang merupakan harga sudut antara dasar tembereng dengan salah satu sisi pelat yang panjang. Jika sudut antara benda ukur terlalu kecil, sudut terpancung, atau karena dasar tembereng tidak cukup lebar, maka diperlukan bantuan suatu penyiku.

Penyiku

Alat ini terbuat dari bahan baja cor dan baja tipis dengan konstruksi menbentuk sudut tetap 90o. Alat ini berfungsi sebagai pembanding sudut siku benda kerja, dapat pula untuk memeriksa kerataan benda kerja.

Jangka

Alat ukur ini termasuk alat ukur yang sangat sederhana, sebab untuk menentukan nilai dari ukurannya harus menggunakan pembanding alat ukur lainnya, seperti mistar geser, mistar baja, dll.
Dalam pengukuran mengunakan jangka ini membutuhkan perasaan karena jangka adalah sebagai alat ukur pemindah. Ketelitian yang dicapai hanyalah 1/10 mm.
  1. Jangka ini dapat dibedakan menjadi :
  2. Jangka kaki untuk mengukur besarnya lubang.
  3. Jangka bengkok untuk mengukur besarnya benda kerja.
  4. Jangka tusuk, yang termasuk subagai alat melukis.

Dan jangka-jangka ini masih dibedakan lagi, antara lain; jangka yang memakai mur penyetel, dan jangka yang tidak memakai mur penyetel. Selain itu masih ada lagi yang dikombinasikan antara jangka bengkok dengan jangka kaki, bahkan dilengkapi dengan skala untuk mengukur garis tengah / besar benda kerja.