Showing posts with label alat alat pengelasan. Show all posts
Showing posts with label alat alat pengelasan. Show all posts

√ JANGKA SORONG CARA MEMBACA SAMPAI CARA MENGGUNAKANNYA

Jangka sorong adalah suatu alat ukur yang dapat dipakai untuk berbagai macam pengukuran. Alat ukur ini selain multifungsi juga memiliki tingkat keakuratan yang sangat tinggi. Jika dibandingkan dengan alat ukur lainnya jangka sorong termasuk dalam alat ukur yang paling rinci. Dalam blog Santika aji ini terdapat ulasan lengkap tentang jangka sorong. Dimana dengan tulisan ini semoga dapat membantu sahabat sekalian dalam memahami seluk-beluk tentang alat ukur jangka sorong tersebut.

Materi alat ukur selain jangka sorong juga ada lo didalam blog ini, jadi jika sahabat ingin mencari materi lain seputar alat ukur dapat mencarinya lewat kolom pencarian diatas blog ini atau memilih tag / label / kelompok alat ukur yang terdapat pada bilah kanan (untuk browser desktop) atau terdapat pada bagian bawah (untuk browser mobile).

https://santikoaji.blogspot.com/2018/10/jangka-sorong-cara-membaca-sampai-cara-menggunakannya.html
Jangka sorong / Vernier caliper

Apa itu jangka sorong dan fungsinya?

Dari sejarahnya jangka sorong telah ada sejak zaman yunani dan romawi kuno, namun pada saat itu alat ukur jangka sorong memiliki bentuk yang berbeda dengan yang ada saat ini. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya alat ukur yang mirip seperti jangka sorong pada reruntuhan insiden kecelakaan kapal (The Greek Giglio Wreck). Bangsa Cina juga dianggap telah menggunakan jangka sorong ketika era Dinasti Han (202-220 SM). Alat ukur tersebut dibuat dari bahan perunggu dan bertuliskan tanggal pembuatannya. Selain digunakan untuk mengetahui ukuran suatu benda, zaman dahulu bangsa Eropa juga menggunakannya sebagai penunjuk arah.

Sedangkan jangka sorong yang biasa kita gunakan saat ini ditemukan di kota Oranan, Perancis pada tahun 1600-an. Alat ukur ini dirancang dan dibuat oleh seorang ahli matematika dan sains bernama Pierre Vernier. Beliau adalah orang yang menciptakan skala yang diberi nama skala vernier atau lebih dikenal sebagai skala nonius. Penjelasan mengenai skala nonius telah ia sebutkan di dalam buku karangannya yang berjudul “La construction, visage, et les proprietes fue quadrant nouvea de mathmatiques“. Skala nonius adalah sebuah skala yang terdapat dalam jangka sorong.

Pemakaian nama skala nonius dipakai oleh kebanyakan orang yang hidup sejak sebelum abad ke 19. Dimana nama skala tersebut ditemukan oleh seseorang berkebangsaan spanyol bernama Dedron Nunes. Akan tetapi di awal abad ke-19, seorang bangsawan berkebangsaan Perancis mengubah nama skala tersebut kembali kepada skala vernier. Jangka sorong modern yang sering digunakan sekarang ini pertama kali diproduksi oleh Joseph Brown pada tahun 1851.

Jangka sorong memiliki nama lain dalam Bahasa Inggris yaitu Vernier Caliper. Alat ini sangat praktis dan dijual dengan harga terjangkau sehingga alat ukur ini banyak dipakai karena praktis, akurat dan relatif ekonomis.

Fungsi jangka sorong adalah untuk mengukur diameter baik diameter dalam ataupun diameter luar, mengukur panjang, mengukur tebal, mengukur kedalaman dan mengukur celah / rongga pada suatu benda. Dengan fungsi yang beragam tersebut maka alat ukur ini banyak digunakan untuk mengkur suatu benda, sehingga sangat penting untuk mempelajari dan memahami alat ukur ini.

Bagian-bagian jangka sorong

https://santikoaji.blogspot.com/2018/10/jangka-sorong-cara-membaca-sampai-cara-menggunakannya.html
Jangka sorong dan bagiannya
Jangka sorong terbagi menjadi 6 (enam) bagian penting yang harus diketahui nama serta penjelasannya supaya tidak keliru dalam penggunaannya. Bagian-bagian jangka sorong tersebut adalah ;
  1. Rahang Dalam (Inners Jaws)
    Rahang dalam atau disebut juga dengan Inners Jaws terdiri dari rahang geser dan rahang tetap. Rahang dalam memiliki fungsi untuk mengukur dimensi luar atau sisi bagian luar sebuah benda misal tebal, lebar sebuah benda kerja, atau diameter luar sebuah kaleng.
  2. Rahang Luar (Outer Jaws)
    Bagian ini terdiri dari rahang geser dan rahang tetap. Rahang luar memiliki fungsi untuk mengukur diameter dalam atau sisi bagian dalam sebuah benda, misalnya diamater hasil pengeboran atau diameter sebuah lubang. Selain itu bagian rahang luar atau Outer jaws memiliki fungsi untuk mengukur diameter bagian dalam, sisi dalam, ketebalan dan lebar suatu benda.
  3. Pengukuran Kedalaman (Depth Measuring Blade)
    Bagian ini umumnya terletak bagian ujung jangka sorong. Pengukur kedalaman atau depth measuring blade memiliki fungsi untuk mengukur ketinggian, kedalaman, ceah/rongga dan ketebalan suatu benda. Bagian pengukur kedalaman terbagi menjadi dua bagian. Satu bagian dapat digeser dan satu bagian yang lain tidak bisa geser atau tetap.
  4. Skala Utama Hasil Pengukuran
    Skala utama memiliki bagian yang bisa digeser serta bagian yang tetap atau tidak bisa diubah. Untuk hasil pengukuran bagian ini memiliki dua jenis skala satuan. Pertama satuan imperial atau inch yang berada pada bagian atas. Sedangkan yang satunya berada di bagian bawah dengan satuan skala metrik yakni milimeter atau centimeter. Skala utama dalam bentuk satuan cm memiliki fungsi untuk menyatakan ukuran utama dalam bentuk centimeter (cm) yang disebut juga metric scale, dan dalam bentuk satuan inchi untuk menyatakan ukuran utama dalam bentuk inchi yang disebut juga imperial scale. Bagian skala utama hasil pengukuran memiliki fungsi untuk menampilkan skala utama pada hasil pengukuran. Pada bagian ini terdapat garis-garis dan nilai yang digunakan untuk melihat nilai ukuran suatu benda.
  5. Skala Vernier atau Skala Nonius
    Alat ukur jangka sorong memiliki 2 jenis skala nilai, yaitu skala metrik dengan satuan mm atau cm di bagian atas. Serta menampilkan skala imperial dengan satuan inch pada bagian atas. Skala nonius berfungsi untuk menampilkan hasil pengukuran suatu benda di skala nilai utama. Dan skala bentuk desimal dari hasil pengukuran utama. Skala nonius dalam bentuk milimeter berfungsi sebagai skala pengukuran fraksi dalam bentuk mm. Skala nonius dinamakan juga skala Vernier, untuk menghormati nama penemunya Piere Vernier, ahli teknik berkebangsaan Prancis. Panjang 10 skala nonius adalah 9 mm. Jadi, 1 bagian skala nonius (jarak antara dua garis skala nonius yang berdekatan) sama dengan 0,9 mm. Untuk ukuran inci, garis skalanya ada pada bagian atasnya.
  6. Mur Pengunci (Locking Screw)
    Mur pengunci atau locking screw berfungsi untuk mengunci atau menahan bagian-bagian yang bergerak saat berlangsungnya proses pengukuran misalnya mengunci bagian rahang dan Depth probe. Dengan begitu nilai yang dihasilkan dari pengukuran dapat lebih akurat.

Bagaimana cara menggunakan jangka sorong?

Menyiapkan alat dan bahan
Meletakkan alat dan bahan pada tempat yang datar serta nyaman
Mengukur kedalaman, diameter luar dan diameter dalam pada gelas 600 ml
Mengukur kedalaman, diameter luar dan diameter dalam pada gelas 100 ml
Mengukur panjang pada dadu mata 6
Menentukan skala utama dan skala nonius
Membuat tabel hasil pengamatan

Bagaimana cara membaca jangka sorong?



Berapa tingkat ketelitian jangka sorong?

Jangka sorong memiliki nilai ketelitian yang sangat rinci. Nilai keteliannya mencapai 0.01 mm. Terdapat dua jenis jangka sorong yaitu jangka sorong analog dan jangka sorong digital. Tingkat ketelitian jangka sorong analog pada umumnya adalah 0.05mm untuk jangka sorong di bawah 30 cm dan 0.01 untuk yang di atas 30 cm

Langkah-langkah menghitung jangka sorong



Jangka sorong dipakai mengukur apa saja?






√ Pembuatan Oksigen Dan Pembuatan Asetelin




Pembuatan Oksigen
Secara teknis, oksigen di dapat dari udara yang dicairkan. Kemudian dengan cara elektrolisa, campuran udara cair dan air dipisahkan oleh oksigen. Masalah yang sulit adalah antara Nitrogen dan Oksigen . 

Nitrogen titik didihnya lebih besar, dan titik didih kedua gas tersebut hanya berbeda 13 0C saja. (Oksigen = -183 0C dan Nitrogen = -196 0C),  sehingga perlu pemurnian oksigen  dilaksanakan secara berulang-ulang. Kemurnian yang dapat dicapai sampai 99,5 % dan kemudian dimanfaatkan dalam tangki-tangki baja dengan tekanan kerja antara    15-30 atm. 

Keuntungan pemakaian oksigen adalah keadaan oksigen yang cukup cair tersebut, dapat dipertahankan  pada tangki penyimpan dan mudah  pada saat pengangkutan. Pada saat dibutuhkan dengan menggunakan alat  (Gasificator), oksigen cair dijadikan oksigen gas, dengan tekanan yang besar  kemudian oksigen gas tersebut disimpan pada botol-botol baja. 

Tekanan pada botol-botol baja dibagi berdasarkan kelas. Kelas medium tekanannya sampai 15 atm dan kelas tekanan tinggi sampai dengan 165 a atm.

Oxygen Quality Control
Untuk mengetahui kemurnian oksigen, dipakai alat Oxygen Purity Test Ap Apparatus, pada  prinsipnya adalah mereaksikan oksigen dengan larutan ammonia (NH4OH) + CU CL2 , sisa yang tidak terlarut adalah nitrogen dan argon.

Pembuatan Asetilin
Secara komersial (C2H2) untuk industri las karbit, diperoleh dengan mereaksikan  kalsium karbid dengan air.  Jadi asitelin adalah gas hidro karbon yang diperoleh dari unsur-unsur kapur, karbon dan air dengan reaksi sebagai berikut :   Ca O + 3 Ca C2 + Co 108 + k .kal/g.mole (jadi pembakaran kapur dengan karbon tanpa  udara). 

Asetilin tidak berbau dan tidak berwarna, sedangkan dalam perdagangan ada bau khusus karena ada kotoran belerang dan phosphor. Asetilin murni mudah meledak karena faktor-faktor tekanan dan temperature. Tetapi faktor-faktor lain yang  mempengaruhi expobility dari asetilin adalah adanya kotoran-kotoran, katalisator, kelembaban, sumber-sumber penyalaan, ukuran dan bentuk tangki.

Karena alasan-alasan tersebut di atas, pada asetilin generator dibatasi, tekanan asetilin maksimum 5 atm. Karena asetilin di atas tekanan 2 atm dapat meledak. Untuk mengatasinya jika asetilin disimpan di dalam botol bertekanan lebih besar dari 2 atm, harus  dilarutkan  pada aseton cair.

Caranya adalah melapisi dinding dalam botol pen yimpanan dengan asbes ferrous  dan dicelupkan dengan acetone cair.  

√ Perlengkapan Las Asetelin

Sebelum kita mulai menggunakan las asetelin untuk mengelas, terlebih duu kita persiapkan perlengkapan dengan tepat dan efektif. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kita melakukan pekerjaan pengelasan. Ketika perlengkapan untuk pengelasan telah kita siapkan, maka kita tidak perlu bolak balik untuk mencari perlengkapan yang digunakan untuk mengelas.

Efektifitas perlengkapan las juga sangat penting, karena jika kita tidak memilih perlengkapan secara efektif maka yang terjadi adalah menumpuknya perlengkapan lain yang sebenarnya tidak kita butuhkan dalam proses pengelasan.
https://santikoaji.blogspot.com/2017/06/perlengkapan-las-asetelin.html
Perlengkapan las asetilin - Santika Aji

Untuk itu kita perlu mengetahui apa saja perlengkapan las asetelin, berikut aartikel tentang perlengkapan las asetelin ; 

1.Korek Api Las
Korek api las digunakan untuk menyalakan gas, karena tangan kita posisinya terlalu dekat dengan ujung pembakar sehingga sangat mudah terjilat api. Untuk itu menyalakan gas ini biasanya digunakan korek api las.

2.Sikat kawat (wire brush) 
Sikat kawat berfungsi untuk membersihkan benda kerja yang akan dilas dan sisa-sisa terak yang masih ada setelah dibersihkan dengan palu terak. Bahan serabut sikat terbuat dari kawat-kawat baja yang tahan terhadap panas dan elastis, dengan tangkai dari kayu yang dapat mengisolasi panas dari bagian yang disikat.

3.Palu las (chipping hammer).
Palu las digunakan untuk membersihkan terak yang terjadi akibat proses pemotongan dan pengelasan dengan cara memukul atau menggores teraknya. Pada waktu membersihkan terak, gunakan kacamata terang untuk melindungi mata dari percikan bunga api dan terak.

Ujung palu yang runcing digunakan untuk memukul pada bagian sudut rigi-rigi. Palu las sebaiknya tidak digunakan untuk memukul benda-benda keras, karena akan mengakibatkan kerusakan pada bentuk ujung-ujung palu sehingga palu tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

4.Tang penjepit 
Tang elektroda digunakan untuk menjepit elektoda las. Alat ini terdiri atas mulut penjepit dan pegangan yang dibungkus penyekat

5.Air
Air digunakan untuk mendinginkan benda kerja setelah pengelasan.

Demikian lima perlengkapan dasar dalam pengelasan menggunakan las asetelin, semoga artikel perlengkapan las asetelin ini bermanfaat bagi sahabat sekalian.


PENGERTIAN DAN MACAM - MACAM LAS KARBIT

Pengertian dan macam - macam las karbit

Pengertian Las

Las adalah suatu tehnik penyambungan logam dengan menggunakan panas.

Macam-Macam Las

  1. Las Cair. Bahan dasar dan kawat las dipanaskan hingga mencair dan berpadu satu dengan yang lainnya.
  2. Las Patri. Bahan pengisi / kawat las saja yang dicairkan, sedangkan bahan dasarnya dipanaskankan sampai suhu cair pengisi bahan tersebut.
  3. Las Tempa. Kedua bahan yang akan disambung dipanaskan sampai keadaan pijar kemudian terhadap keduanya diberikan tekanan dengan metode pemukulan.
  4. Las Busur Listrik / Las Listrik. Penyambungan menggunakan busur listrik yang terjaddi antara ujung elektroda dengan permukaan benda kerja.
  5. Las Titik / Las Tekan / Las Rol. Dilakukan diantara tekanan listrik yasng terjadi antara dua bahan yang akan disambung.
https://santikoaji.blogspot.com/2016/07/pengertian-dan-macam-macam-las-karbit.html
Jenis - jenis las karbit

Las Gas

Las gas adalah suatu cara pengelasan dengan mengunakan panas dari nyala api hasil pembakaran gas dengan oksigen.

Bahan Bakar Gas

Bahan bakar gas yang biasa digunakan dalam pengelasan ialah asetilin atau gas karbit, hydrogen, dan gas maap (stabilized methyl acetilyn prophadine). Dapat pula menggunakan LPG (liquid petroleum gas). Dari bermacam bahan bakar tersebut, asetilin adalah yang paling banyak digunakan, karena :
  • Asetilin mudah dibuat dengan menggunakan generator asetilin.
  • Asetilin dengan oksigen menghasilkan suhu nyala api paling tinggi dibandingkan nyala oksigen yang berpadu dengan bahan lain.

Oksigen (O2) atau Zat Asam
Oksigen atau zat asam adalah gas yang sangat penting sebagai salah satu syarat terjadinya pembakaran. Oksigen lebih berat dibandingkan dengan gas yang lain, tidak berbau, tidak berwarna, dapat disimpan dengan aman di dalam silinder hingga tekanan +- 150 bar ( kg/cm2).

Las Asetilin

Las asetilin adalah las yang pengerjaaannya dilakukan melalui proses pemanasan dengan busur api yang didapat dari pembakaran gas asetilin dan oksigen.

Perlengkapan las asetilin terdiri dari :
  1. Alat pembangkit asetilin atau generator asetilin
  2. Silinder / tabung gas. Ada dua jenis ; yakni silinder gas ontuk oksigen, dan silinder gas untuk asetilin.
  3. Pengatur tekanan kerja, atau disebut juga regulator. Ada dua jenis ; yakni regulator untuk  tabung oksigen, dan regulator untuk tabung asetilin
  4. Pembakar las, atau disebut juga brender.
  5. Selang las, yang terdiri dari dua jenia pula; yakni selang las untuk odsigen, dan selang las untuk asetilin.
  6. Korek api las
 Serta alat-alat bantu lainnya, seperti :
  • Alat-alat ukur
  • Alat-alat gambar
  • Alat-alat potong dan pembuatan kampuh las
  • Alat-alat keamanan, serta alat-alat Bantu lainnya
Demikian artikel tentang pengertian dan macam - macam las karbit dari blog Santika Aji. Semoga bermanfaat bagi sahabat - sahabat sekalian. Mohon maaf karena masih dalam tahap pengembangan sehingga artikelnya masih sedikit dan belum rapi. Jika sahabat ingin mencari artikel seputar las, silahkan pilih label atau tag pada bagian bawah blog ini, atau juga bisa memilih artikel yang relevan pada bagian bawah.
Terima kasih