Showing posts with label PEMBELAJARAN. Show all posts
Showing posts with label PEMBELAJARAN. Show all posts

√ Empat pilar pendidikan menurut UNESCO beserta penjelasannya

Empat pilar pendidikan menurut UNESCOUnited Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) merupakan cabang organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang mengatur bidang pendidikan, keilmuan, budaya dan komunikasi. UNESCO pada peluncuran Global Education Monitoring (GEM) tahun 2016 lalu menyoroti kesenjangan kualitas pendidikan Indonesia. Dimana kita tahu dan rasakan bahwa pendidikan di Indonesia masih sangat butuh banyak pembenahan disegala lini. Mulai dari kesenjangan, minat belajar, literasi, hingga kesejahteraan para pendidik. Namun pada halaman ini kita akan fokus membahas tentang empat pilar pendidikan. Dimana dengan empat pilar pendidikan ini jika dilaksanakan dengan tepat pasti akan berdampak besar bagi kualitas pendidikan Indonesia.

Peningkatan kualitas pendidikan Indonesia selama ini masih banyak yang sebatas retorika teoritis, apalagi  untuk mengamalkan empat pilar pendidikan masih sedikit instansi pendidikan yang benar-benar mengamalkannya. Empat pilar pendidikan tersebut adalah learning to know, learning to do, learning to be, learning to live together yang oleh berbagai bangsa lain telah diamalkan secara konsisten dan konsekuen. Dari empat pilar pendidikan tersebut diketahui bahwa pendidikan tidak sekedar menempa peserta didik pada penguasaan keilmuan (knowing) dan implementasinya (doing). Seharusnya juga mampu membentuk manusia yang berkepribadian normatif (being) serta mampu beradaptasi dan bertoleransi di manapun, di lingkungan manapun mereka berpijak atau berada (living together). Rendahnya kualitas pendidikan juga dipkarenakan belum maksimalnya pelaksanaan empat pilar pendidikan. Oleh karena itu dalam blog ini akan dijelaskan tentang empat pilar pendidikan yang semoga dapat dipahami dan dilaksanakan secara mandiri oleh para pendidik.

https://santikoaji.blogspot.com/2018/09/empat-pilar-pendidikan-menurut-unesco-beserta-penjelasannya.html
Learning to know (guru sebagai teman berdiskusi)


Learning to know (belajar mengetahui)

Pendidikan pada hakikatnya merupakan usaha untuk mencari agar mengetahui informasi yang dibutuhkan dan berguna bagi kehidupan. Belajar untuk mengetahui (learning to know) dalam prosesnya tidak sekedar mengetahui apa yang bermakna tetapi juga sekaligus mengetahui apa yang tidak bermanfaat bagi kehidupannya. Untuk mengimplementasikan “learning to know” (belajar untuk mengetahui), Guru harus mampu menempatkan dirinya sebagai fasilitator. Di samping itu guru dituntut untuk dapat berperan ganda sebagai kawan berdialog bagi siswanya dalam rangka mengembangkan penguasaan pengetahuan siswa.

Learning to be (belajar melakukan sesuatu)

Pendidikan juga merupakan proses belajar untuk bisa melakukan sesuatu (learning to do). Proses belajar menghasilkan perubahan dalam ranah kognitif, peningkatan kompetensi, serta pemilihan dan penerimaan secara sadar terhadap nilai, sikap, penghargaan, perasaan, serta kemauan untuk berbuat atau merespon suatu stimulus. Pendidikan membekali manusia tidak sekedar untuk mengetahui, tetapi lebih jauh untuk terampil berbuat atau mengerjakan sesuatu sehingga menghasilkan sesuatu yang bermakna bagi kehidupan.

Sekolah sebagai wadah masyarakat belajar seyogjanya memfasilitasi siswanya untuk mengaktualisasikan keterampilan yang dimiliki, serta bakat dan minatnya agar “Learning to do” (belajar untuk melakukan sesuatu) dapat terrealisasi. Walau sesungguhnya bakat dan minat anak dipengaruhi faktor keturunan namun tumbuh dan berkembangnya bakat dan minat juga bergantung pada lingkungan. Seperti kita ketahui bersama bahwa keterampilan merupakan sarana untuk menopang kehidupan seseorang bahkan keterampilan lebih dominan daripada penguasaan pengetahuan semata

Learning to be (belajar menjadi sesuatu)

Penguasaan pengetahuan dan keterampilan merupakan bagian dari proses menjadi diri sendiri (learning to be). Hali ini erat sekali kaitannya dengan bakat, minat, perkembangan fisik, kejiwaan, tipologi pribadi anak serta kondisi lingkungannya. Misal : bagi siswa yang agresif, akan menemukan jati dirinya bila diberi kesempatan cukup luas untuk berkreasi. Dan sebaliknya bagi siswa yang pasif, peran guru sebagai kompas penunjuk arah sekaligus menjadi fasilitator sangat diperlukan untuk menumbuhkembangkan potensi diri siswa secara utuh dan maksimal.

Menjadi diri sendiri diartikan sebagai proses pemahaman terhadap kebutuhan dan jati diri. Belajar berperilaku sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku di masyarakat, belajar menjadi orang yang berhasil, sesungguhnya merupakan proses pencapaian aktualisasi diri.

Learning to live together (belajar hidup bersama)

Pada pilar keempat ini, kebiasaan hidup bersama, saling menghargai, terbuka, memberi dan menerima perlu dikembangkan disekolah. Kondisi seperti inilah yang memungkinkan tumbuhnya sikap saling pengertian antar ras, suku, dan agama 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sebagai hasil dari proses pendidikan, dapat dijadikan sebagai bekal untuk mampu berperan dalam lingkungan di mana individu tersebut berada, dan sekaligus mampu menempatkan diri sesuai dengan perannya. Pemahaman tentang peran diri dan orang lain dalam kelompok belajar merupakan bekal dalam bersosialisasi di masyarakat (learning to live together). 


√ Definisi hakikat pendidikan

Definisi hakikat pendidikan dalam blog ini menjelaskan dari beberapa perspektif, diantaranya adalah definisi hakikat pendidikan menurut bahasa serta definisi hakikat pendidikan menurut para ahli dan tokoh pendidikan. Dari beberapa definisi tersebut dapat kita gunakan sebagai rujukan pemahaman terhadap hakikat pendidikan tersebut.

https://santikoaji.blogspot.com/2017/03/definisi-hakikat-pendidikan.html
Definisi hakikat pendidikan - Santika Aji

Definisi hakikat pendidikan menurut bahasa


  1. Bahasa indonesia, pendidikan merupakan perbuatan ( hal, cara ) mendidik.
  2. Bahasa jawa, berasal dari kata panggulawentah yang berarti mengolah, membina kejiwaan dengan mematangkan perasaan, kemauan dan watak sang anak.
  3. Bahasa belanda, berasal dari istilah “opvoeding” yang dalam arti luas diartikan tindakan untuk membesarkan anak dalam arti geestelyk ( kebatinan, jawa ).
  4. Bahasa romawi, berasal dari istilah “educare” yang bermakna “membangunkan” kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan potensial yang dimiliki anak.

Definisi menurut para ahli dan tokoh pendidikan

Hakikat Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara
Pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mendapat keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Dilihat dari aspek-aspek dari pengertian tersebut maka pendidikan dapat diartikan sebagai daya upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti ( kekuatan batin ), pikiran ( intelek ) dan jasmani anak-anak.

Hakikat pendidikan menurut Langeveld
Mendidik adalah memberikan pertolongan secara sadar dan sengaja pada seorang anak ( yang belum dewasa ) dalam pertumbuhannya menuju kearah kedewasaan dalam arti berdiri sendiri dan bertanggung jawab sesuai atas segala tindakan – tindakanya menurut pilihannya sendiri. Langeveld juga mengemukakan tiga hakikat manusia :
a. Manusia hakekatnya sebagai makhluk sosial.
b. Manusia hakekatnya sebagai makhluk individual.
c. Manusia hakekatnya sebagai makhluk susila.

Hakikat pendidikan menurut John Dewey
Pendidikan merupakan tuntunan terhadap proses pertumbuhan dan proses sosialisasi dari anak.


Demikian uraian tentang definisi hakikat pendidikan dalam blog Santika Aji, mohon maaf jika masih banyak kekurangan dikarenakan blog ini masih dalam tahap pengembangan. Jika ada saran dan kritik silahkan sahabat sekalian menuliskannya pada kolom komentar, sehingga kami dapat membangun blog ini supaya lebih menyenangkan bagi sahabat - sahabat sekalian.
Terima kasih.

√ Tokoh - Tokoh Behaviorisme - Albert Bandura

Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Dimana teori ini dianut oleh oleh Gage dan Berliner. Terdapat beberapa ilmuwan yang termasuk pendiri dan penganut teori ini, antara lain adalah Thorndike, Watson, Hull, Guthrie, dan Skinner. Dalam blog Santika Aji pembahasan tentang tokoh - tokoh behaviorisme tersebut akan dibuat menjadi beberapa halaman. Dalam halaman ini tokoh behaviorisme yang akan dibahas adalah Albert bandura.
https://santikoaji.blogspot.com/2016/05/tokoh-tokoh-behaviorisme_4.html
Tokoh behaviorisme - Albert bandura

Sejarah Albert bandura lahir di Canada, memperoleh gelar Ph. D dari University of Iowa dan kemudian mengajar di Stanford University. Sebagai seorang behaviorist, Bandura menekankan teorinya pada proses belajar tentang respon lingkungan. Oleh karenya teorinya disebut teori belajar sosial, atau modeling. Prinsipnya adalah perilaku merupakan hasil interaksi resiprokal antara pengaruh tingkah laku, koginitif dan lingkungan. Singkatnya, Bandura menekankan pada proses modeling sebagai sebuah proses belajar.

Teori utama Albert bandura yaitu observational learning atau modeling adalah faktor penting dalam proses belajar manusia. Dalam proses modeling, konsep reinforcement yang dikenal adlaah vicarious reinforcement, reinforcement yang terjadi pada orang lain dapat memperkuat perilaku individu. Self-reinforcement, individu dapat memperoleh reinforcement dari dalam dirinya sendiri, tanpa selalu harus ada orang dari luar yang memberinya reinforcement. Menekankan pada self-regulatory learning process, seperti self-judgement, self-control, dan lain sebagainya. Memperkenalkan konsep penundaan self-reinforcement demi kepuasan yang lebih tinggi di masa depan

Sumbangan Bandura adalah membuka perspektif baru dalam aliran behavioristik dengan menekankan pada aspek observasi dan proses internal individu. Bagi mereka yang beraliran kognitif, pandangan Bandura ini dirasakan lebih lengkap dibandingkan pandangan ahli behavioristik lainnya. Teorinya ini juga didukung oleh percobaan eksperimental yang dapat dipertanggungjawabkan

Kritik yang dilontarkan terhadap Bandura terutama datang dari kelompok aliran behavioristik keras, yang memandang Bandura lebih tepat untuk dimasukan dalam kelompok aliran kognitif dan tidak diakui sebagai bagian dari behavioristik. Penyebab utamanya karena pandangan Bandura yang kental aspek mentalnya.

Demikian pembahasan tentang tokoh behaviorisme yaitu Albert Bandura. Jika ada kritik dan saran silahkan tulis pada kolom komentar. Karena blog ini masih dalam tahap pembenahan sehingga kritik dan saran dari sahabat sekalian akan sangat membantu kemajuan blog ini.

Santika Aji berterima kasih banyak kepada sahabat-sahabat sekalian yang telah berkunjung pada blog ini. Dalam blog ini terdapat artikel lain seputar behaviorisme, teori pembelajaran, teori pendidikan, penelitian tindakan kelas, teori las, teori otomotif, teori produktif dan tulisan - tulisan lainya. Jika sahabat sekalian ingin mencari tulisan yang sesuai dengan keinginan sahabat, silahkan menggunakan kolom pencarian pada bagian atas blog ini, atau sahabat sekalian juga dapat mengeklik tag atau label yang terdapat pada bagian kanan blog ini (untuk desktop/komputer) atau terdapat pada bagian bawah blog (versi mobile/handphone).

Contoh Dialog Microteaching (Inti/Materi)


MATERI

Guru       : “Ya, sudah saya jelaskan sedikit tentang kopling, selanjutnya kita akan memperdalam tentang system kopling satu persatu. Yang pertama yaitu fungsi kopling, Silahkan buka buku New Step 1 kalian halaman 4-2. Coba Andi, bacakan paragraph pertama”
Andi       : “Kopling (clutch) terletak diantara mesin dan transmisi, seperti diperlihatkan pada gambar dibawah, fungsinya untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari mesin ke transmisi melalui kerja pedal selama perkaitan roda gigi”
Guru       : “Ya, terima kasih Andi. Seperti yang sudah tertulis di buku, bahwa kopling berfungsi Untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari mesin ke transmisi melalui kerja pedal selama perkaitan roda gigi.Dapat memindahkan tenaga secara perlahan-lahan dari mesin ke roda-roda penggerak (drive wheel) agar gerak mula kendaraan dapat berlangsung dengan lembut sesuai dengan kondisi jalannya kendaraan.”
(Guru menunjukan gambar yang ada pada slide)
Guru       : “Coba kalian perhatikan gambar disebelah kiri kalian,pada saat handle kopling ditekan, maka putaran dari mesin ke transmisi akan diputus. Sedangkan pada gambar sebelah kanan kalian, pada saat handle kopling dilepas, maka putaran dari mesin dapat diteruskan ke transmisi. Jelas anak anak ?”
Murid     : “Jelas Pak !” (serempak)
Guru       : “Bagus! Selanjutnya kita akan membahas tentang persyaratan kopling, kopling harus memenuhi 4 syarat, ini hukumnya wajib anak anak. Yang pertama, kopling Harus menghubungkan trasmisi dengan mesin secara lembut. Kedua, Pada saat menghubungkan dengan trasmisi harus dapat memindahkan tenaga tanpa terjadi slip. Ketiga, Harus dapat membebaskan hubungan dari transmisi dengan sempurna dan cepat. Dan yang terakhir, Harus tahan terhadap panas dan gesekan. Selanjutnya ada 2 macam kopling. Yang pertama yaitu koplig basah. Ada yang tahu mengapa disebut kopling basah dan digunakan pada kendaraan apa ?”
Arifin     : “Digunakan pada sepeda motor pak. Disebut kopling basah karena selalu terendam oli pak”
Guru       : “Bagus! Jawaban yang tepat. Kopling tipe ini memang selalu direndam oli mesin, maka dari itu disebut kopling basah. Yang kedua, kopling kering. Coba bapak Tanya, mengapa disebut kopling kering ? Dan aplikasinya pada kendaraan apa ? “
Reza       : “Karena kopling tipe ini tidak direndam dalam oli pak seperti pada sepeda motor. Aplikasinya pada mobil pak”
Guru       : “Baik. Tepat sekali, dan pada hari ini kita akan membahas tentang kopling kering. Sedangkan untuk kopling basah akan kita pelajari minggu depan. Kopling kering sendiri dibagi menjadi 2, yang pertama yaitu kopling tipe coil spring. Kopling tipe ini biasanya digunakan pada kendaraan lama. Konstruksinya kuat, namun kurang halus pada saat kopling tipe ini bekerja. Yang kedua adalah kopling tipe diaphragma spring. Ini merupakan tipe kopling yang paling banyak digunakan masa kini. Mampu memindahkan putaran dari mesin ke transmisi dengan halus, namun konstruksi atau kekuatannya masih kalah apabila dibandingkan dengan tipe coil spring.
(mendemonstrasikan unit kopling)
Guru       : “Coba untuk mengingat ingat, reza, apa nama komponen kopling berikut ini?” (sambil menunjuk komponen kopling)
Reza       : “Pressure spring pak”
Guru       : “Bagus! Selanjutnya untuk tipe diaphragma spring, apa nama komponen ini ?” (sambil menunjuk komponen kopling) “coba adho”
Adho      : “diafragma spring pak”
Guru       : “Bagus! Sudah paham semua sepertinya ya. Selanjutnya kita akan membahas tentang cara kerja kopling kering. (menampilkan slide) sudah paham anak-anak tentang cara kerja kopling ?”
Murid     : “Paham pak”
Guru       : “Bagus, selanjutnya adalah cara pemeriksaan unit kopling guna merawat system kopling. Ada 5 yang harus diperiksa yaitu Ujung Diaphragma Spring, Permukaan plat penekan, kondisi pegas, kondisi kanvas kopling, dan ketebalan kanvas kopling





Diagram Uji Tarik (Tugas Mata Kuliah Mekanika Teknik II)

Diagram  Uji Tarik
Sebagai Tugas Mata Kuliah Mekanika Teknik II
  

Oleh :

Santika Aji                   09050524068






Uji tarik mungkin adalah cara pengujian bahan yang paling mendasar. Pengujian ini sangat sederhana, tidak mahal dan sudah mengalami standarisasi di seluruh dunia, misalnya di Amerika dengan ASTM E8 dan Jepang dengan JIS 2241. Dengan menarik suatu bahan kita akan segera mengetahui bagaimana bahan tersebut bereaksi terhadap tenaga tarikan dan mengetahui sejauh mana material itu bertambah panjang. Alat eksperimen untuk uji tarik ini harus memiliki cengkeraman (grip) yang kuat dan kekakuan yang tinggi (highly stiff). Brand terkenal untuk alat uji tarik antara lain adalah antara lain adalah Shimadzu, Instron dan Dartec.
1. Manfaat dilakukannya uji tarik
Banyak hal yang dapat kita pelajari dari hasil uji tarik. Bila kita terus menarik suatu bahan (dalam hal ini suatu logam) sampai putus, kita akan mendapatkan profil tarikan yang lengkap yang berupa kurva seperti digambarkan pada Gbr.1. Kurva ini  menunjukkan hubungan antara gaya tarikan dengan perubahan panjang. Profil ini sangat diperlukan dalam desain yang memakai bahan tersebut.

Gbr.1 Gambaran singkat uji tarik dan datanya
Biasanya yang menjadi fokus perhatian adalah kemampuan maksimum bahan tersebut dalam menahan beban. Kemampuan  ini umumnya disebut “Ultimate Tensile Strength” disingkat dengan UTS, dalam bahasa Indonesia disebut tegangan tarik maksimum.

Hukum Hooke
 (Hooke’s Law)
Untuk hampir semua logam, pada tahap sangat awal dari uji tarik, hubungan antara beban atau gaya yang diberikan berbanding lurus dengan perubahan panjang bahan tersebut. Ini disebut daerah linier atau linear zone. Di daerah ini, kurva pertambahan panjang vs beban mengikuti aturan Hooke sebagai berikut:
rasio tegangan (stress) dan regangan (strain) adalah konstan
Stress adalah beban dibagi luas penampang bahan dan strain adalah pertambahan panjang dibagi panjang awal bahan.
Stress:  σ = F/A           F: gaya tarikan, A: luas penampang
Strain:  ε  = ΔL/L        ΔL: pertambahan panjang, L: panjang awal
Hubungan antara stress dan strain dirumuskan:
E = σ / ε
Untuk memudahkan pembahasan, Gbr.1 kita modifikasi sedikit dari hubungan antara gaya tarikan dan pertambahan panjang menjadi hubungan antara tegangan dan regangan (stress vs strain). Selanjutnya  kita dapatkan Gbr.2, yang merupakan kurva standar ketika melakukan eksperimen uji tarik.  E adalah gradien kurva dalam daerah linier, di mana perbandingan tegangan (σ) dan regangan (ε) selalu tetap. E diberi nama  “Modulus Elastisitas” atau “Young Modulus”. Kurva yang menyatakan hubungan antara strain dan stress seperti ini kerap disingkat kurva SS (SS curve).
Gbr.2 Kurva tegangan-regangan
Bentuk bahan yang diuji, untuk logam biasanya dibuat spesimen dengan dimensi seperti pada Gbr.3 berikut.

Gbr.3 Dimensi spesimen uji tarik (JIS Z2201).
Gbr.4 Ilustrasi pengukur regangan pada spesimen
Perubahan panjang dari spesimen dideteksi lewat pengukur regangan (strain gage) yang ditempelkan pada spesimen seperti diilustrasikan pada Gbr.4. Bila pengukur regangan ini mengalami perubahan panjang dan penampang, terjadi perubahan nilai hambatan listrik yang dibaca oleh detektor dan kemudian dikonversi menjadi perubahan regangan.
2. Detail profil uji tarik dan sifat mekanik logam
Untuk keperluan kebanyakan analisa teknik, data yang didapatkan dari uji tarik dapat digeneralisasi seperti pada Gbr.5.

Gbr.5 Profil data hasil uji tarik
Pembahasan istilah mengenai sifat-sifat mekanik bahan dengan berpedoman pada hasil uji tarik seperti pada Gbr.5. Asumsikan bahwa melakukan uji tarik mulai dari titik O sampai D sesuai dengan arah panah dalam gambar.
Batas elastisσEelastic limit) Dalam Gbr.5 dinyatakan dengan titik A. Bila sebuah bahan diberi beban sampai pada titik A, kemudian bebannya dihilangkan, maka bahan tersebut akan kembali ke kondisi semula (tepatnya hampir kembali ke kondisi semula) yaitu regangan “nol” pada titik O (lihat inset dalam Gbr.5). Tetapi bila beban ditarik sampai melewati titik A, hukum Hooke tidak lagi berlaku dan terdapat perubahan permanen dari bahan. Terdapat konvensi batas regangan permamen (permanent strain) sehingga masih disebut perubahan elastis yaitu kurang dari 0.03%, tetapi sebagian referensi menyebutkan 0.005% . Tidak ada standarisasi yang universal mengenai nilai ini. [1]
Batas proporsional σ(proportional limit) Titik sampai di mana penerapan hukum Hook masih bisa ditolerir. Tidak ada standarisasi tentang nilai ini. Dalam praktek, biasanya batas proporsional sama dengan batas elastis.
Deformasi plastis (plastic deformation) Yaitu perubahan bentuk yang tidak kembali ke keadaan semula. Pada Gbr.5 yaitu bila bahan ditarik sampai melewati batas proporsional dan mencapai daerah landing.
Tegangan luluh atas σuy (upper yield stress) Tegangan maksimum sebelum bahan memasuki fase daerah landing peralihan deformasi elastis ke plastis.
Tegangan luluh bawah σly (lower yield stress) Tegangan rata-rata daerah landing sebelum benar-benar memasuki fase deformasi plastis. Bila hanya disebutkan tegangan luluh (yield stress), maka yang dimaksud adalah tegangan ini.
Regangan luluh εy (yield strain) Regangan permanen saat bahan akan memasuki fase deformasi plastis.
Regangan elastis εe (elastic strain) Regangan yang diakibatkan perubahan elastis bahan. Pada saat beban dilepaskan regangan ini akan kembali ke posisi semula.
Regangan plastis εp (plastic strain) Regangan yang diakibatkan perubahan plastis. Pada saat beban dilepaskan regangan ini tetap tinggal sebagai perubahan permanen bahan.
Regangan total (total strain) Merupakan gabungan regangan plastis dan regangan elastis, εT = εep. Perhatikan beban dengan arah OABE. Pada titik B, regangan yang ada adalah regangan total. Ketika beban dilepaskan, posisi regangan ada pada titik E dan besar regangan yang tinggal (OE) adalah regangan plastis.
Tegangan tarik maksimum TTM (UTS, ultimate tensile strength) Pada Gbr.5 ditunjukkan dengan titik C (σβ), merupakan besar tegangan maksimum yang didapatkan dalam uji tarik.
Kekuatan patah (breaking strength) Pada Gbr.5 ditunjukkan dengan titik D, merupakan besar tegangan di mana bahan yang diuji putus atau patah.
Tegangan luluh pada data tanpa batas jelas antara perubahan elastis dan plastis Untuk hasil uji tarik yang tidak memiliki daerah linier dan landing yang jelas, tegangan luluh biasanya didefinisikan sebagai tegangan yang menghasilkan regangan permanen sebesar 0.2%, regangan ini disebut offset-strain (Gbr.6).

Gbr.6 Penentuan tegangan luluh (yield stress) untuk kurva tanpa daerah linier
Perlu untuk diingat bahwa satuan SI untuk tegangan (stress) adalah Pa (Pascal, N/m2) dan strain adalah besaran tanpa satuan.
3. Istilah lain
Selanjutnya dibahas beberapa istilah lain yang penting seputar interpretasi hasil uji tarik.
Kelenturan (ductility)
Merupakan sifat mekanik bahan yang menunjukkan derajat deformasi plastis yang terjadi sebelum suatu bahan putus atau gagal pada uji tarik. Bahan disebut lentur (ductile) bila regangan plastis yang terjadi sebelum putus lebih dari 5%, bila kurang dari itu suatu bahan disebut getas (brittle).
Derajat kelentingan (resilience)
Derajat kelentingan didefinisikan sebagai kapasitas suatu bahan menyerap energi dalam fase perubahan elastis. Sering disebut dengan Modulus Kelentingan (Modulus of Resilience), dengan satuan strain energy per unit volume(Joule/m3 atau Pa). Dalam Gbr.1, modulus kelentingan ditunjukkan oleh luas daerah yang diarsir.
Derajat ketangguhan (toughness)
Kapasitas suatu bahan menyerap energi dalam fase plastis sampai bahan tersebut putus. Sering disebut dengan Modulus Ketangguhan (modulus of toughness). Dalam Gbr.5, modulus ketangguhan sama dengan luas daerah dibawah kurva OABCD.
Pengerasan regang (strain hardening)
Sifat kebanyakan logam yang ditandai dengan naiknya nilai tegangan berbanding regangan setelah memasuki fase plastis.
Tegangan sejati , regangan sejati (true stress, true strain)
Dalam beberapa kasus definisi tegangan dan regangan seperti yang telah dibahas di atas tidak dapat dipakai. Untuk itu dipakai definisi tegangan dan regangan sejati, yaitu tegangan dan regangan berdasarkan luas penampang bahan secarareal time. Detail definisi tegangan dan regangan sejati ini dapat dilihat pada Gbr.7.

Gbr.7 Tegangan dan regangan berdasarkan panjang bahan sebenarnya








Referensi:
1.    Material Testing (Zairyou Shiken). Hajime Shudo. Uchidarokakuho, 1983.
2.    Material Science and Engineering: An Introduction. William D. Callister Jr. John Wiley&Sons, 2004.
3.    Strength of Materials. William Nash. Schaum’s Outlines, 1998.

Daftar pustaka :

http://www.infometrik.com/2009/09/mengenal-uji-tarik-dan-sifat-sifat-mekanik-logam/

Torsi dan moment inersia


Torsi dan moment inersia dalam pokok bahasan hukum II newton , kita belajar bahwa sebuah benda bisa bergerak lurus dengan percepatan tertentu ji Torsi atau momen gaya dalam pokok bahasan hukum II newton, kita belajar bahwa sebuah benda bisa bergerak lurus dengan percepatan tertentu jika diberikan gaya. Misalnya terdapat sebuah buku yang terletak di atas meja. Mula mula buku itu diam (kecepatan = 0). Setelah diberikan gaya dorong, buku itu bergerak dengan kecepatan tertentu. Buku mengalami perubahan kecepatan (dari diam menjadi bergerak) akibat adanya gaya. Perubahan kecepatan = percepatan. Kita bisa mengatakan bahwa buku mengalami percepatan akibat adanya gaya. Semakin besar gaya yang diberikan, semakin besar percepatan gerak buku itu. Jadi dalam gerak lurus,gaya sebanding dengan percepatan linear benda. Torsi, momen atau saat kekuatan, adalah kecenderungan suatu gaya untuk memutar suatu  benda terhadap suatu sumbu, titik tumpu, atau pivot. Sepertihalnya gaya adalahdorong atau tarik sebuah, torsi dapat dianggap sebagai twist untuk objek. Longgar berbicara, torsi adalah ukuran kekuatan menyalakan sebuah bendasepertibaut atau roda gila. Misalnya, mendorong atau menarik gagang kunci pasterhubung kemur atau baut menghasilkan torsi (kekuatan balik) yang mengendur ataumengencangkan mur atau baut.
Simbol untuk torsi biasanya τ, tau huruf Yunani.Ketika disebut momen, itu biasanyadilambangkan M. Besarnya torsi tergantung padatiga kuantitas: terapan kekuatan, panjang tuasarmconnecting poros ke titik aplikasikekuatan, dan sudut antara vektor gaya dan lengantuas.
Pengertian Momen Gaya (torsi)
Dalam gerak rotasi, penyebab berputarnya bendamerupakan momen gaya atau torsi. Momen gaya atau torsi sama dengan gaya pada gerak tranlasi. Momen gaya (torsi) adalah sebuah besaran yang menyatakan besarnya gaya yang bekerja pada sebuah benda sehingga mengakibatkan benda tersebut berotasi. Besarnya momen gaya (torsi) tergantung pada gaya yang dikeluarkan serta jarak antara sumbu putarandan letak gaya. Apabila Anda ingin membuat sebuah benda berotasi, Anda harus memberikanmomen gaya pada benda tersebut. Torsi disebut juga momen gaya dan merupakan besaranvektor. Untuk memahami momen gaya anda dapat melakukan hal berikut ini.
Ambillah satu penggaris. Kemudian, tumpukan salah satu ujungnya pada tepi meja. Doronglah penggaris tersebut ke arah atas atau bawah meja. Bagaimanakah gerak penggaris? Selanjutnya, tariklah penggaris tersebut sejajar dengan arah panjang penggaris. Apakah yang terjadi? 
Saat Anda memberikan gaya  F  yang arahnya tegak lurus terhadap penggaris, penggaris itucenderung untuk bergerak memutar. Namun, saat Anda memberikan gaya  F  yang arahnyasejajar dengan panjang penggaris, penggaris tidak bergerak. Hal yang sama berlaku saatAnda membuka pintu. Gaya yang Anda berikan pada pegangan pintu, tegak lurus terhadapdaun pintu sehingga pintu dapat bergerak membuka dengan cara berputar pada engselnya.Gaya yang menyebabkan benda dapat berputar menurut sumbu putarnya inilah yangdinamakan momen gaya.
Torsi adalah hasil perkalian silang antara vektor posisi r dengangaya F, dapat dituliskan Sebuah batang dikenai gaya sebesar yang tegak lurus terhadap batang danberjarak sejauh r  terhadap titik tumpu O. Batang tersebut memiliki momen gaya τ = ×  F 
 Definisi momen gaya secara matematis dituliskan sebagai berikut.
τ  = r  ×
dengan: = lengan gaya = jarak sumbu rotasi ke titik tangkap gaya (m),
 F  = gaya yang bekerja pada benda (N), dan τ = momen gaya (Nm).
 Besarnya momen gaya atau torsi tergantung pada besar gaya dan lengan gaya.