√ Laser Cutting

 Laser cutting ada beberapa tipe berdasarkan benda kerjanya ;
  1. Laser cutting metal
  2. Laser cutting kayu
  3. Laser metal acrylic
Laser cutting sendiri adalah teknologi yang menggunakan laser untuk memotong bahan, dan biasanya digunakan untuk aplikasi industri manufaktur, tetapi juga mulai digunakan oleh sekolah, usaha kecil, dan penggemar. Laser cutting bekerja dengan mengarahkan output dari laser daya tinggi oleh komputer, pada material yang akan dipotong. Materi akan mencair, terbakar, menguap, atau terhembus oleh jet gas, menghasilkan tepi dengan finishing permukaan yang berkualitas tinggi. Pemotong laser industri yang digunakan untuk memotong sheet bahan datar serta bahan struktural dan pipa.

Laser cutting bisa diterapkan pada berbagai macam bahan, seperti metal, akrilik, kayu, kulit dan juga kertas. Beberapa contoh penerapan teknologi laser pada bahan-bahan ini adalah pada pembuatan ukiran pagar (besi), merek (akrilik), pigura (kayu), undangan (kertas), dll.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Laser_cutting

Jasa laser cutting dapat kita temukan dengan mudah diera digital ini. Tinggal ketik pada kolom pencarian browser anda, maka dapat anda temukan penyedia laser cutting sesuai lokasi anda. jadi jika anda ingin membuat suatu model, pola atau benda dengan menggunakan laser cutting sekarang tidak perlu repot atau bingung. Jasa laser cutting sudah mudah dijumpai beserta kontak dan alamat lengkapnya.

https://santikoaji.blogspot.com/2018/11/laser-cutting.html
Laser Cutting pada bidang kayu

Sedangkan untuk fungsi penggunaannya, laser cutting dibedakan menjadi 3 jenis ;

Laser cutting jenis CO2 laser

Untuk jenis ini lebih cocok untuk memotong, mengebor, dan memahat suatu baham material. Jika anda ingin memotong, memahat, mengravir, dsb. Anda sangat disarankan untuk menggunakan yang jenis CO2

Laser cutting jenis Neodynium (Nd),

jenis ini biasanya digunakan untuk mengebor dengan menggunakan energi yang besar, namun membutuhkan ketukan yang minim sekali.
Neodymium yttrium-Aluminum-Garnet (Nd-YAG ), digunakan untuk pemotongan, pengeboran, pengukiran yang membutuhkan energi yang sangat sangat besar.

Dan tidak lupa juga, ketiga jenis dari Laser Cutting diatas juga bisa digunakan untuk mengelas bahan / material yang digunakan. Bahan – bahan yang bisa digunakan untuk jenis – jenis Laser Cutting di atas semua sama, seperti akrilik, alumunium, kulit, kayu, kertas,dll.

Laser cutting jenis Laser Engraving


Pada laser cutting jenis engraving ini dibagi menjadi dua jenis yaitu Vector Engraving dan Raster Engraving. Vector Engraving merupakan proses etching atau menggores pada permukaan material dengan menggunakan sinar laser untuk menghasilkan pola bergaris. Sedangkan Raster Engraving adalah proses yang akan menghasilkan gambar dengan gradiasi yang tinggi, dan ketajaman gambar yang bervariasi. Tergantung pada bahan material yang akan kita gunakan yaitu antara 45 dpi sampai 1200 dpi. Semua itu tergantung dari selera pengguna atau pembuatnya masing – masing.

Dan tidak lupa, jika material yang akan digunakan tergolong besar atau tebal, maka gunakanlah mesin yang bertenaga besar, begitupun sebaliknya. Jangan malah material tebal menggunakan mesin bertenaga kecil, jadinya malah hasilnya tidak sempurnya atau maksimal.

Teknik laser cutting

Grafir merupakan sebuah teknik yang dilakukan menggunakan mesin laser dengan cara mengikis sebagian permukaan sebuah material. Anda bisa mempersiapkan pola yang diinginkan untuk berbagai keperluan.

Grafir populer digunakan untuk menghasilkan aneka barang, seperti pajangan, frame, plakat, piala, dan sebagainya. Bahkan, teknik ini bisa Anda pakai kelak untuk membuka bisnis, misalnya bisnis suvenir pernikahan. Hasil cetak-ukir yang indah dan unik akan bertahan lama di barang tersebut.

Saat ini teknik grafir didukung teknologi maju menggunakan mesin laser. Hasilnya lebih presisi dibandingkan grafis manual. Selain itu, prosesnya tidak melibatkan bahan kimia sehingga lebih aman. Dengan pengoperasian mesin laser, operator cetak pun mengerjakannya dengan mudah, klik plug-and-play saja. Jadi, Anda tidak perlu menunggu terlalu lama.

√ MOTOR 1 FASA (PHASE) MACAM - MACAM RAGAM JENISNYA

  1. Motor universal
  2. Motor repulsi
  3. Motor kapasitor start running
  4. Motor kapasitor running
  5. Motor kapasitor start
  6. Motor fasa belah 

MOTOR UNIVERSAL

Motor universal adalah motor arus bolak balik , konstruksi maupun karakteristik motor universal sama dengan motor arus searah. Keuntungan motor universal ini dapat dioperasikan dengan sumber tegangan bolak balik atau denga tegangan arus searah pada nilai tegangan yang sama.

Stator motor universal dapat berupa sepatu kutub (salient pole) maupun stator silinder (non salient).motor universal dengan stator sepatu kutub umumnya beroperasi untuk daya 250 watt (1/4 hp) ke bawah. sedangkan stator non salient dioperasikan untuk daya di atas 250 watt. Kecepatan beban nol motor ini sangat tinggi, tetapi pada saat beban dipasang kecepatan motor berkurang dan akan terus berkurang jika bebannya bertambah lagi. pengaturan kecepatan motor universal dapat dilakukan dengan cara memasang tahanan depan (rheostat resistance) dihubungkan seri dengan motor listrik.

Tahanan depan yang di atur bervariasi pada motor listrik akan memberikan tegangan masuk bervariasi pada motor, sehingga fungsi tegangan terhadap kecepatan sesuai dengan formula dasar dari motor listrik. Pengaturan kecepatan kedua adalah dengan kumparan medan dibuat dalam beberapa tingkat (step) untuk memberikan variasi impedansi lilitan medan, sehingga fluksi medan terhadap kecepatan sesuai dengan rumus dasar motor listrik.
https://santikoaji.blogspot.com/2018/11/motor-1-fasa-phase-macam-macam-ragam-dan-jenisnya.html
Motor universal 1 phase

MOTOR REPULSI

Motor repulsi mempunyai dua buah kumparan yaitu kumparan medan stator dan  kumparan rotor. Diantara kedua kumparan tersebut adalah tidak mempunyai hubungan galvanis antara satu sama lainnya. Konstruksi rotornya hampir sama dengan rotor  motor arus searah.

Motor repulsi mempunyai sebuah belitan stator yang diatur untuk hubungan ke sumber tegangan dan sebuah belitan rotor yang dihubungkan ke sebuah komutator.
Secara prinsip motor listrik ini mempunyai belitan stator sama seperti jenis motor 1 fasa, tetapi mempunyai rotor seperti rotor motor arus searah, dengan sikat-sikat yang berlawanan pada jangkar yang dihubung singkatkan.

Sikat (brush) dihubungsingkatkan secara permanent. Kumparan stator dihubungkan dengan sumber arus bolak balik, sehingga mengalir arus pada stator, maka pada rotor timbul tegangan induksi. Arus induksi pada rotor menimbulkan magnit. Resultan dari kedua kutub medan dan kutub jangkar akan menyebabkan terjadinya medan putar. Medan putar ini terjadi pada kedudukan sikat digeser dari garis netral. Garis netral adalah letak garis sumbu sikat segaris dengan sumbu kumparan stator, yaitu garis medan magnit rotor sama dengan statornya.

Kecepatan motor listrik  dapat diatur dengan cara menggeser letak sikat ke kiri atau ke kanan dari garis netral. Semakin besar sudut pergeseran semakin besar perubahan kecepatan motor listrik demikian pula terhadap momen kopel dari motor.
Pada dasarnya motor repulsi dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu:
1)    Motor repulsi start (induction run motor)
2)    Motor repulsi
3)    Motor repulsi induction full

Prinsip kerja dari ketiga motor listrik tersebut adalah sama hanya bedanya terletak pada sifat dan pemakaiannya.  Untuk lebih jelasnya sirkuit diagram motor repulsi  dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
https://santikoaji.blogspot.com/2018/11/motor-1-fasa-phase-macam-macam-ragam-dan-jenisnya.html

MOTOR KAPASITOR START-RUNNING

Jenis motor listrik ini adalah perpaduan antara motor kapasitor start dan kapasitor running. Dimana tujuan dibuatnya double kapasitor adalah untuk memperioleh kopel awal yang lebih besar dan kopel jalan yang merata. Jenis motor listrik ini banyak digunakan pada room air conditioner. 

MOTOR KAPASITOR RUNNING

Motor listrik ini mempunyai kapasitor yang dihubungkan seri dengan kumparan bantu, terhubung paralel dengan kumparan utama dan terhubung langsung paralel dengan sumber listrik. Belitan utama, lilitan bantu dan kapasitor tetap terhubung pada sirkuit jala-jala saat motor listrik bekerja.

Jenis motor listrik ini  banyak digunakan pada jenis motor 1 fasa yaitu pompa air, dimana lilitan utama dan bantu jumlah lilitannya sama banyak tetapi diameter kawatnya berbeda diantara keduanya. Diameter kawat lilitan utama lebih besar dibanding diameter lilitan bantunya. Tipe motor listrik ini kopel awalnya kurang bagus, tetapi kopel jalan (torsi jalan) merata.
https://santikoaji.blogspot.com/2018/11/motor-1-fasa-phase-macam-macam-ragam-dan-jenisnya.html
Motor 1 fasa dengan kapasitor

MOTOR KAPASITOR START

Motor kapasitor start ini merupakan jelmaan dari motor fasa belah, tetapi mempunyai kapasitor yang dihubungkan seri dengan belitan bantu dan sakelar sentrifugal, secara konstruktif sama persis, hanya ditambah satu unit kapasitor untuk memperbesar kopel awal (start).  Seperti dikatakan di awal prinsip kerja motor kapasitor start ini sama seperti motor induksi, yaitu jika pada lilitan utama diberikan sumber arus maka akan terjadi medan magnit putar (fluks magnit) yang ada dan besarnya sama, tidak ada resultan gaya. Tetapi dengan adanya lilitan bantu dan kapasitor maka ada beda fasa diantara keduanya, disinilah terjadi fluksi magnit dan resultan gaya yang berbeda maju atau mundur tergantung besarnya resultan gaya itu sendiri dan pada umumnya terjadi resultan gaya searah jarum jam sehingga motor dapat berputar ke kanan. Setelah motor berputar 75% dari putaran nominal maka sakelar sentrifugal bekerja memutuskan rangkaian lilitan bantu dan motor bekerja hanya dengan lilitan utama.

Keuntungan jenis motor kapasitor start ini dibanding dengan tipe motor fasa belah adalah:
  1. Mempunyai kopel yang lebih kuat.
  2. Faktor kerjanya lebih besar (mendekati 1)

MOTOR FASA BELAH

Motor fasa Belah (splite phasa ) ini termasuk motor yang menggunakan rotor sangkar (Squirrel Cage winding) terdiri dari sejumlah batang tembaga yang dimasukkan ke dalam alur rotor, pada ujung-ujungnya dihubungkan oleh cincin tembaga sehingga terdapat sirkuit tertutup. Sedangkan kumparan statornya terdiri dari dua lilitan yaitu kumparan utama (main winding) dan kumparan bantu (starting winding). Kedua kumparan tersebut terhubung paralel pada saat start, kedua-duanya terhubung pada jala-jala kemudian setelah motor berputar mencapai + 75 % putaran nominal, sebuah saklar sentrifugal akan memutuskan rangkaian kumparan bantu dan selanjutnya motor listrik bekerja hanya dengan kumparan utama.

Dilihat dari konstruksinya motor fasa belah mempunyai saklar sentrifugal yang berfungsi untuk memutuskan rangkaian kumparan bantu setelah motor berputar mendekati putaran nominal, dan mencegah arus lebih dari jala-jala ke kumparan bantu dan juga untuk melindungi kumparan dari kerusakan yang disebabkan oleh pemanasan arus yang melewatinya.
https://santikoaji.blogspot.com/2018/11/motor-1-fasa-phase-macam-macam-ragam-dan-jenisnya.html
Motor fasa belah
Langkah-langkah pembongkaran harus sesuai dengan prosedur. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan pada waktu pemasangan kembali.Memperbaiki motor fasa belah dengan kerusakan belitan terdiri dari beberapa pekerjaan yaitu :    

a).Mencatat data motor (taking date) sesuai dengan kartu perbaikan)
b) Membongkar tutup stator
c) Membongkar belitan dan menggambar bentangan belitan stator.
d) Membersihkan alur-alur dan memasang prespan (mika) baru.
e) Melilit ulang
f)  Menghubungkan lilitan sesuai dengan gambar bentangan semula.
g) Mengikat kepala kumparan
h) Menguji lilitan (testing)
i)  Pemberian vernis/ lak cair dan pengeringannya
j)  Uji coba (pengujian motor)

Untuk mendapatkan hasil pemeliharaan dan perbaikan yang memuaskan maka seluruh data yang ada pada motor harus ada dalam catatan kartu pemeliharaan dan perbaikan, baik sebelum proses pemeliharaan dan perbaikan maupun sesudahnya.

√ PENGERTIAN MOTOR 1 FASA (PHASE)

Motor induksi 1 fasa adalah motor induksi yang memiliki konstruksi satu yang terdiri atas dua komponen yaitu stator dan rotor. Stator adalah bagian dari motor yang tidak bergerak dan rotor adalah bagian yang bergerak dan bertumpu pada bantalan poros terhadap stator. Motor induksi terdiri atas  kumparan-kumparan   stator  dan  rotor  yang  berfungsi  membangkitkan   gaya gerak  listrik  akibat  dari  adanya  arus  listrik  bolak-balik  satu  fasa  yang  melewati kumparan-kumparan  tersebut sehingga terjadi suatu interaksi induksi medan magnet antara  stator  dan  rotor.
 
Dalam halaman yang berjudul pengertian motor 1 fasa pada blog Santika Aji ini, pembahasan mengenai motor 1 fasa meliputi penjelasan fungsi motor listrik 1 fasa, prinsip kerja motor 1 fasa, perbedaan motor 1 fasa dengan motor 3 fasa serta kelebihan atau keuntungan memakai motor listrik 3 fasa. Semoga tulisan berikut dapat bermanfaat bagi sahabat sekalian.
https://santikoaji.blogspot.com/2018/11/motor-1-fasa.html
Motor induksi 1 fasa (phase)

Fungsi motor listrik 1 fasa

Pada era industri modern saat ini, kebutuhan terhadap alat produksi yang tepat guna sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan effesiensi waktu dan biaya. Sebagian besar alat industri menggunakan tenaga listrik sebagai energi penggerak utamanya, dan di berbagai perindustrian banyak menggunakan mesin-mesin dengan penggerak uatamanya adalah Motor AC Phasa Satu. Yang mana pada umumnya digunakan pada mesin produksi seperti mesin bubut, mesin bor, dan sebagainya. Faktor yang menyebabkan hal tersebut karena motor induksi memiliki beberapa kelebihan antara lain: harga lebih murah, mudah dalam perawatan, konstruksi sederhana, tetapi motor induksi juga memiliki kekurangan antara lain: motor induksi memiliki nilai slip (perbedaan kecepatan putar medan stator terhadap kecepatan medan rotor) yang sangat besar, dan motor induksi sulit dalam pengen-dalian kecepatan putarnya.

Prinsip kerja motor 1 fasa

Apabila  kumparan - kumparan  motor  induksi  satu  fasa  dialiri  arus  bolak-balik satu fasa, maka pada celah udara akan dibangkitkan  medan yang berputar dengan kecepatan putaran sebesar dengan menggunakan rumus :
https://santikoaji.blogspot.com/2018/11/motor-1-fasa.html
Rumus motor 1 fasa (1)
Medan magnet berputar bergerak  memotong  lilitan rotor sehingga  menginduksikan tegangan  listrik  pada  kumparan-kumparan  tersebut.  Biasannya  lilitan  rotor  berada dalam  hubung   singkat.   Akibatnya   lilitan  rotor  akan  mengalir   arus  listrik  yang besarnya  tergantung  pada  besarnya  tegangan  induksi  dan  impedansi  rotor.  Arus listrik yang mengalir  pada rotor akan mengakibatkan  medan  magnet  rotor dengan kecapatan sama dengan kecepatan medan putar stator (ns).

Interaksi   medan stator dan  rotor  akan  membangkitkan   torsi  yang  menggerakan   rotor  berputar  searah dengan arah medan putar stator. Interaksi medan stator dan rotor juga menyebabkan terjasinya gaya gerak listrik induksi yang disebabkan oleh kumparan-kumparan  stator dan rotor.  Rumusan  matematis  gaya  gerak  listrik  yang terjadi  pada  motor  induksi satu fasa dengan rumusan sebagai berikut :
https://santikoaji.blogspot.com/2018/11/motor-1-fasa.html
Rumus motor 1 fasa (2)

Dimana  nilai  Φ(t)  untuk  fluksi  maksimum  akibat  dari  penyebaran  kerapatan fluks yang melewati lilitan dengan rumus :
https://santikoaji.blogspot.com/2018/11/motor-1-fasa.html
Rumus motor 1 fasa (3)


Adanya  perbedaan  medan  putar  stator  dan  medan  putar  rotor  atau  yang disebut slip pada motor induksi satu fasa pada rumus sebagai berikut :

https://santikoaji.blogspot.com/2018/11/motor-1-fasa.html
Rumus motor 1 fasa (4)

Perbedaan motor 1 fasa dan 3 fasa

Ada beberapa klasifikasi perbedaan antara motor 1 fasa dengan motor 3 fasa, yaitu;
Perbedaan berdasarkan konstruksinya
  • Konstruksi motor induksi 1 fasa terdiri atas dua komponen yaitu rotor dan stator. Stator adalah bagian dari motor yang tidak bergerak dan rotor adalah bagian yang bergerak pada bantalan poros. Rotor berfungsi membangkitkan gaya listrik akibat adanya gaya aliran srus listrik bolak balik 1 fasa.
  • Konstruksi Motor Listrik 3 Fasa Motor listrik 3 fasa memiliki komponen dasar yaitu stator dan rotor. Motor tersusun oleh beberapa batngan logam yang dimasukkan melalui slot-slot yang ada pada motor-motor induksi, kemudian setiap bagian disatukan oleh cincin sehingga membuat batangan logam terhubung singkat dengan batangan logam yang lain.

Perbedaan berdasarkan prinsip kerjanya

  • Prinsip Kerja motor induksi 1 fasa yaitu motor induksi 1 fasa jika di aliri arus bolak balik satu fasa maka akan dibangkitkan medan yang berputar dengan kecepatan putaran. Medan magnet bergerak memotong lilitan motor sehingga menginduksi tegangan listrik pada kumparan. Interaksi medan stator dan rotor akan membangkitakan torsi yang menggerakkan rotor berputar searah dengan arah putar nedan magnet.
  • Prinsip Kerja Motor Listrik 3 fasa yaitu medan putar stator akan memotong batang konduktor pada rotor Yang kemudian menimbulkan GGL induksi pada batang konduktor dari rotor. GGL menghasilkan arus (I), karena adanya arus (I) di dalam medan magnet kemudian menimbulkan gaya (F) pada rotor. Agar GGL induksi tersebut timbul perlu adanya perbedaan relatif antara kecepatan putaran rotor (ns) dengan kecepatan rotor (nr).

Perbedaan berdasarkan Torsi
  • Hubungan Torsi dan Slip Pada Motor 1 fasa yaitu berubah-ubah kecepatan motor induksi yang akan mengakibatkan jumlah slip dari 100% pada awal 0%  pada saat motor diam. Perubahan pembebanan dapat terjadi dengan naiknya nilai tegangan dan arus pada rotor.
  • Hubungan antara beban, kecepatan dan torsi (torque) pada motor 3 fasa yaitu saat motor mulai menyala ternyata terdapat arus start yang tinggi, akan tetapi torsinya rendah. Saat motor mencapai 80% dari kecepatan penuh, torsinya mencapai titik tertinggi dan arus mulai menurun. Pada saat motor mencapai kecepatan penuh arus torsi dan stator turun ke nol.

Keuntungan / kelebihan motor 3 fasa

Keuntungan motor 3 fasa
  • Konstruksi sangat kuat dan sederhana bila motor dengan rotor sangkar
  • Harganya relatif murah
  • efisiensi relatif tinggi
  • biaya pemeliharaan rendah
Kerugian mootor 3 fasa
  • Kecepatan tidak mudah di kontrol
  • power faktor rendah pada beban ringan
  • Arus start biasanya 5 sampai 7 kali dari arus nominal

Demikian tulisan blog tentang pengertian motor 1 fase (pasha) pada blog Santika Aji ini semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Jika sahabat sekalian ingin mencari artikel lain seputar teori pendidikan, materi kejuruan, teknik kendaraan ringan, ataupun contoh soal dan jawaban, silahkan sahabat ketik pada kolom pencarian yang berada dibagian atas blog ini. Terima kasih

√ CONTOH SOAL FISIKA BESERTA JAWABAN DAN PENJELASANNYA

Contoh soal fisika beserta jawabannya berikut ini berisi contoh soal fisika pilihan ganda dan kunci jawabannya. Dengan kemudahan diera digital seperti saat ini, blog dengan isi materi contoh soal dapat menjadi alternatif belajar dengan mudah dan ringkas. Belajar tidak lagi terikat oleh tempat dan waktu, selagi masih terdapat sinyal untuk berselancar di internet dengan gadget kita dapat membuka blog kapanpun dan dimanapun.

Contoh soal pilihan ganda seperti ini dapat dijadikan pembelajaran atau tolok ukur pemahaman dan kemampuan terhadap suatu materi yang telah dipelajari, dalam contoh adalah ilmu fisika.  Selain untuk pembelajaran, contoh soal dalam blog ini juga dapat dijadikan referensi oleh pendidik dalam penyusunan soal untuk peserta didiknya. Namun jangan asal comot dan langsung di salin kemudian tempel dan print lo ya para Bapak dan Ibu guru, nanti kalau soalnya sama persis terus peserta didiknya membuka blog ini kan ketahuan kunci jawabannya.

https://santikoaji.blogspot.com/2018/11/contoh-soal-fisika-beserta-jawaban-dan-penjelasannya.html
Siswa sedang mengerjakan soal didalam kelas


Kumpulan soal pilihan ganda mata pelajaran Fisika

1. Perhatikan grafik di bawah ini.


Grafik tersebut menunjukkan hubungan antara jarak dan waktu, untuk sebuah benda yang bergerak dalam suatu garis lurus . Dari grafik tersebut didapat ….
  1. Kecepatan tetap
  2. Percepatan benda sama dengan nol
  3. Selama selang waktu yang sama benda menempuh jarak yang berbeda
  4. Pada saat “ t= 0” kecepatan benda sama dengan nol
Pernyataan yang sesuai dengan konsep gerak lurus adalah...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4



2. Perhatikan grafik dibawah ini.

https://santikoaji.blogspot.com/2018/11/contoh-soal-fisika-beserta-jawaban-dan-penjelasannya.html

Grafik di atas menyatakan hubungan antara jarak (r) dengan gaya listrik (F) yang terjadi ketika dua muatan Q1 dan Q2 diletakkan pada satu garis lurus berjarak r satu sama lain. Muatan Q1 = 5 mC dan kontanta k = 9.109 N.m2.C-2 maka besar Q2 adalah ….

A.    0,1   mC
B.    10,0 mC
C.    2,0   mC
D.    0,2   mC
E.    20,0 mC

3. Pada peristiwa efek foto listrik, untuk mengeluarkan elektron dari sebuah logam dibutuhkan foton
    berwarna jingga terang. Jika foton jingga diganti dengan foton berwarna kuning terang dijatuhkan
    pada permukaan logam tersebut, pernyataan yang benar adalah ....

A. elektron lepas dari logam dengan kecepatan makin besar
B. elektron yang dilepaskan dari logam berkurang jumlahnya.
C. elektron mampu dilepaskan tanpa memiliki energi kinetik
D. elektron lepas dari logam dengan kecepatan makin kecil
E. elektron tidak dapat lepas dari logam

4. Berdasarkan urutan daya tembus sinar radioaktif  dari yang lemah sampai yang kuat, dapat
    diurutkan menurut ...

A. sinar beta, sinar alpha, sinar gamma
B. sinar beta, sinar gamma, sinar alpha
C. sinar gamma, sinar alpha, sinar beta
D. sinar alpha, sinar beta, sinar gamma
E. sinar gamma, sinar beta, sinar alpha

5. Seorang siswa mengamati preparat menggunakan mikroskop. Lensa obyektif mikroskop memiliki
    titik fokus f. Untuk mengamati bayangan dengan mata berakomodasi maksimum, maka preparat
    harus diletakkan pada jarak ….

A. lebih besar dari 2f
B. sama dengan f
C.  lebih kecil dari f
D. sama dengan 2f
E. terletak antara f dan 2f

6. Persamaan gelombang berjalan pada tali sebagai berikut: y = 0,2 sin 2Ï€ (3t – x/5) dengan x dan y
    dalam meter dan t dalam sekon, dapat disimpulkan bahwa :
  • frekuensinya 3 Hz
  • panjang gelombangnya 5  m
  • amplitudo gelombang 20 cm
  • cepat rambat gelombang 30 m/s
Pernyataan yang benar adalah. ..

A. (1) dan (3)
B. (2) dan (4)
C. (1), (2), dan (3)
D. (4)
E. (1),(2),(3), dan (4)
7. Suatu gas ideal berada dalam suatu bejana tertutup dengan tekanan P, volume V dan suhu T. Jika
    suatu saat suhu diubah menjadi 1/2T, dan volumenya menjadi 2/3 V, maka perbandingan tekanan
    awal (P1) dengan tekanan akhir (P2) setelah V dan T diubah adalah. …

A. 1:2
B. 1:3
C. 2:3
D. 3:4
E.  4:3

8. Perhatikan besaran-besaran berikut!
  • massa benda
  • suhu awal benda
  • kenaikan suhu benda
  • jenis benda
Besaran yang mempengaruhi kalor yang  diperlukan untuk menaikkan suhu benda adalah ….
A. (1), (3), (4)
B. (1), (2), (3)
C. (2), (3)
D. (2), (3), (4)
E. (1), (2), (3), (4)

9. Geah melemparkan bola dengan kecepatan 10 m/s dan membentuk sudut α terhadap bidang
    mendatar. Perbandingan jarak terjauh yang dapat dicapai bola jika Geah melempar dengan sudut
    elevasi 30o dan 60o adalah ....

A. 1 : 2
B. 2 : 1
C. 1 : 1
D. 2 : √3
E. √3 : 2

10. Pernyataan berikut ini yang benar mengenai cacat mata adalah ….

A. mata hipermetropi dapat melihat dengan jelas bila memakai kacamata negatif
B. pada mata hipermetropi, dapat melihat jelas benda jauh
C. pada mata miopi, bayangan jatuh di belakang retina
D. mata hipermetropi dapat membaca jelas pada jarak baca normal
E. mata miopi dinormalkan dengan memakai kacamata positif

Demikianlah contoh soal pilihan ganda mata pelajaran beserta kunci jawabannya. Semoga dapat bermanfaat untuk sahabat sekalian. Jika ada kritik dan saran silahkan sahabat tuliskan pada kolom komentar yang terletak pada bagian bawah blog Santika Aji ini, bisa juga mengirimkan ke email atau ke sosial media yang ada pada blog ini.

Untuk artikel lainnya sahabat sekalian dapat mencarinya menggunakan kolom pencarian pada bagian atas atau memilih tag/kelompok artikel yang sahabat inginkan. Terima kasih


√ CONTOH SOAL PILIHAN GANDA TEKNIK DASAR OTOMOTIF

Contoh soal teknik dasar otomotif beserta jawabannya dalam blog ini berisi soal pilihan ganda yang dapat sahabat gunakan sebagai latihan ataupun untuk mengukur sejauh mana pemahaman terhadap materi pembelajaran teknik dasar otomotif. Selain itu contoh soal pilihan ganda teknikdasar otomotif ini juga dapat dijadikan sebagai referensi dalam pembuatan soal sahabat sekalian yang berprofesi sebagai pengajar.

Soal pilihan ganda lainnya dapat sahabat cari dengan menuliskannya pada kolom pencarian dibagian atas blog ini atau dengan memilih tag / kelompok materi yang diinginkan.

https://santikoaji.blogspot.com/2018/11/contoh-soal-pilihan-ganda-teknik-dasar.html
Siswa SMK sedang mengerjakan soal tes

Kumpulan soal pilihan ganda otomotif

1.   Silinder disusun horizontal dan berlawanan disebut …
      a.   horizontal                                                          d.   in line
      b.   slant                                                                 e.   out line
      c.   v shape

2.   Mengubah energi panas menjadi energi gerak (mekanik) naik turun adalah fungsi dari …
      a.   silinder                                                              d.   batang torak
      b.   poros engkol                                                    e.   torak
      c.   roda gila

3.   Komponen mekanik katup yang terletak diantara camshaft dan pushrod adalah …
      a.   timing chain                                                       d.   valve lifter
      b.   valve spring                                                      e.   valve filter
      c.   rocker arm

4.   Blok silinder berfungsi sebagai berikut, kecuali …
      a.   dudukan rumah timing chain                               d.  dudukan water pump
      b.   tempat dudukan silinder                                     e.  dudukan pompa oli
      c.   tempat pembakaran

5. Mengubah gerak naik turun batang torak menjadi gerak putar dan diteruskan ke flywheel adalah fungsi …
      a.   silinder                                                              d.  cam shaft
      b.   crank shaft                                                        e.  connecting rod
      c.   piston
6. Poros engkol mempunyai bagian-bagian berikut ini, kecuali …
      a.   rocker arm                                                         d.   crank arm
      b.   main journal                                                      e.   oil hole
      c.   crank pin
7.  Pemeriksaan kepala silinder meliputi sebagai berikut, kecuali …
       a.   kerataan permukaan kepala silinder                   d.   kebocoran katup
       b.   kerataan tempat pemasangan manifold             e.   diameter ruang bakar
       c.   keretakan kepala silinder

8.  Pada mesin 4 tak 4 silinder dengan FO : 1- 3- 4- 2, pada silinder 1 torak sedang langkah isap, maka pada silinder 4 sedang langkah …
      a.   ekspansi                                                           d.   usaha
      b.   isap                                                                  e.   kompresi
      c.   buang

9.  Dari soal nomor 17, pada saat TOP 1 katup yang dapat di stel adalah sebagai berikut, kecuali …
      a.   silinder 1 : katup in & eks                                   d.   silinder 4 : tidak ada
      b.   silinder 2 : katup in                                            e.   silinder 3 : katup eks
      c.   silinder 3 : katup in & eks

10.  Alat untuk mengukur diameter silinder adalah sebagai berikut …
      a.   feller gauge & mistar baja                                
      b.   jangka sorong, micrometer, cylinder bore gauge
      c.   micrometer, cylinder bore gauge, dial indikator
      d.   dial indicator, jangka sorong, mikrometer
      e.   blok v, jangka sorong, micrometer, dial indikator

11.  Sisitem pelumasan pada mesin berfungsi sebagai berikut, kecuali …
      a.   mengurangi keausan komponen mesin
      b.   menambah tenaga mesin
      c.   mendinginkan komponen mesin
      d.   mencegah karat komponen mesin
      e.   membersihkan komponen mesin

12.  Komponen mesin berikut ini memerlukan pelumasan pada saat bekerja, kecuali …
       a.   rocker arm                                                        d.   crank shaft
       b.   rocker arm shaft                                               e.   timing belt
       c.   cam shaft

13.  Komponen mesin yang apabila keausannya melebihi limit, perbaikannya dengan  diover size adalah …
       a.   kepala silinder                                                  d.   silinder
       b.   cincin torak                                                      e.   blok silinder
       c.   batang torak

14.  Minyak pelumas yang digunakan pada motor bensin tingkat kekentalannya adalah …
       a.   SAE 30                                                                        d.   SAE 30 - 50
       b.   SAE B40                                                          e.   SAE 90
       c.   SAE 20W - 50

15.  Oli yang digunakan pada system pelumasan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut, kecuali …
       a.   viskositas sesuai dengan komponen mesin       d.   memiliki daya lekat/ oil film yang baik
       b.   mempunyai bau yang harum                             e.   mencegah karat
       c.   mempunyai sifat membersihkan

16. Dibawah ini adalah alat yang digunakan untuk memeriksa berat jenis elektrolit (air accu) pada baterai adalah . . . .
a. Hydrometer                  c. Thermoneter                                e. water pass
b. Hitrometer                    d. Micrometer

17. Ukuran Celah Busi Berkisar Antara
A.      0,1 – 0,2 mm                                D. 0,3 – 0,5 mm
B.      0,1 – 0,5 mm                                E. 0,7 – 1 mm
C.      0,3 – 15 mm

18. Yang bertugas membagikan (mendistribusikan) arus tegangan tinggi yang dihasilkan (dibangkitkan) oleh kumparan sekunder pada ignation coil ke busi pada tiap-tiap selinder sesuai dengan urutan pangapian adalah ........
a kondensor
b kapasitor
c distributor
d alternator
e kabel busi

19.  Vernier caliper mempunyai beberapa kegunaan, dibawah ini yang bukan kegunaan dari vernier caliper adalah …..
a.        mengukur diameter dalam
b.        mengukur kerenggangan
c.        mengukur tinggi
d.        mengukur diameter luar
e.        mengukur lebar

√ MACAM - MACAM STRATEGI PEMBELAJARAN DAN METODENYA

Macam-macam strategi pembelajaran dan metodenya dapat sahabat baca pada blog ini sebagai referensi ataupun bahan pertimbangan dalam menemukan strategi pembelajaran yang tepat untuk peserta didik. Sebagaimana kita ketahui bahwa perlu adanya pemilihan strategi pembelajaran yang tepat untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar dan mencapai tujuan pendidikan.

Strategi pembelajaran merupakan strategi atau teknik yang harus dimiliki oleh para pendidik maupun calon pendidik. Hal tersebut sangat dibutuhkan dan sangat menentukan kualifikasi atau layak tidaknya menjadi seorang pendidik, karena proses pembelajaran itu memerlukan seni, keahlian dan ilmu guna menyampaikan materi kepada siswa sesuai tujuan, efesien, dan efektif. Berikut ini beberapa uraian macam-macam strategi pembelajaran dan metodenya.
https://santikoaji.blogspot.com/2018/10/macam-macam-strategi-pembelajaran-dan-metodenya.html
Suasana kegiatan belajar mengajar di dalam kelas

Strategi Ekspositori

Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Strategi pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajran yang berorientasi kepada guru, dikatakan demikian sebab dalam strategi ini guru memegang peranan yang sangat penting atau dominan.

Dalam sistem ini guru menyajikan dalam bentuk yang telah dipersiapkan secara rapi, sistematik, dan lengkap sehingga anak didik tinggal menyimak dan mencernanya saja secara tertib dan teratur.

Metode pembelajaran yang tepat menggambarkan strategi ini, diantaranya :
  • Metode ceramah
Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Jadi ini sesuai dengan pengertian dan maksud dari Strategi Ekspositori tersebut, dimana strategi ini merupakan strategi ceramah atau satu arah.
  • Metode demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan dengan lisan. Jadi guru memperagakan apa yang sedang dipelajari kepada siswanya.
  • Metode sosiodrama
Sosiodrama pada dasarnya mendramatisasi tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah sosial. Jadi dalam pembelajaran guru memberikan penjelasan dengan mendramatisasikan tingkah laku untuk memberikan contoh kepada siswa.

Strategi Inquiry

Strategi Pembelajaran Inquiry (SPI) adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawabannya dari suatu masalah yang ditanyakan.

Ada beberapa hal yang menjadi utama strategi pembelajaran inquiry:
  1. Menekankan kepada aktifitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inquiry menempatkan siswa sebagai objek belajar.
  2. Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak berbentuk atau konsep yang sudah jadi, akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian.
  3. Jika proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu.
  4. Jika guru akan mengajar pada sekelompok siswa rata-rata memilki kemauan dan kemampuan berpikir, atrategi ini akan kurang berhasil diterapkan kepada siswa yang kurang memiliki kemampuan untuk berpikir.
  5. Jika jumlah siswa yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan oleh guru.
  6. Jika guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa
SPI merupakan strategi yang menekankan kepada pembangunan intelektual anak. Perkembangan mental (intelektual) itu menurut Piaget dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu maturation, physical experience, social experience, dan equilibration.

Strategi ini menggunakan beberapa metode yang relevan, diantaranya :
a. Metode diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Disini siswa melakukan diskusi tentang suatu masalah yang diberikan oleh guru, sehingga siswa menjadi aktif.

b. Metode pemberian tugas
Metode pemberian tugas adalah cara mengajar atau penyajian materi melalui penugasan siswa untuk melakukan suatu pekerjaan. Disini guru memberikan suatu tugas kepada siswa untuk diselesaikan oleh siswa, sehingga siswa menjadi aktif.

c. Metode eksperimen
Metode eksperimen adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Jadi metode ini dalam strategi pembelajaran merangsang siswa untuk melakukan suatu aktivitas aktif yang berdasarkan pengalaman yang ia alami.

d. Metode tanya jawab
Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Disini guru memberikan waktu untuk siswa bertanya kepada gurunya tentang materi pembelajaran.

Strategi Pembelajaran Inkuiri Sosial

Strategi Pembelajaran Inkuiri Sosial merupakan suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Strategi ini menggunakan beberapa metode pembelajaran yang relevan, diantaranya :
  • Metode eksperimen
Siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil dan menarik kesimpulan atau proses yang dialaminya itu.
  • b. Metode tugas atau resitasi
Metode resitasi (penugasan) adalah metode penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Siswa diberi tugas guna menggali kemampuan dan pemahaman siswa akan tugas yang diberikan.
  • Metode latihan
Metode latihan maerupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Siswa diajarkan untuk melatih kemampuan yang dia miliki dan lebih mengasah kemampuan yang dimiliki tersebut.
  • d. Metode karya wisata
Teknik karya wisata adalah teknik mengajar yang dilaksanakan dengan mengajar siswa kesuatu tempat atau objek tertentu diluar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu. Siswa diajak untuk mendapatkan pembelajaran dari tempat atau objek yang dikunjungi.


Contextual Teaching Learning

Contextual teaching and learning (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa, dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Karakteristik pembelajaran kontekstual:
  • Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik
  • Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (meaningful learning).
  • Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (learning by doing).
  • Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mngoreksi antar teman (learning in a group).
  • Pembelajaran memberikan kesempatan untuk menciptakan rasa kebersamaan, bekerja sama, dan saling memahami antara satu dengan yang lain secara mendalam (learning to know each other deeply).
  • Pemebelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan mementingkan kerja sama (learning to ask, to inquiry, to work together).
  • Pembelajaran dilaksanakan dalam situasi yang menyenangkan (learning ask an enjoy activity).
Metode pembelajaran yang tepat menggambarkan strategi ini, diantaranya :
a. Metode demonstrasi
Guru memperagakan materi apa sedang dipelajari kepada siswa dengan menyangkutkan kegiatan sehari-hari, sehingga siswa lebih memahami.

b. Metode sosiodrama
Dalam pembelajaran guru memberikan penjelasan dengan mendramatisasikan tingkah laku yang berhubungan dengan masalah sosial disekitar siswa untuk memberikan contoh kepada siswa, sehingga siswa lebih paham

Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran berbasis masalah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah.
Metode pembelajaran yang tepat menggambarkan strategi ini, diantaranya :

a. Metode problem solving
Metode problem solving bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berfikir sebab dalam metode problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dari mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.

b. Metode diskusi
Disini siswa dituntut untuk dapat menemukan pemecahan masalah dari masalah yang dihadapi dengan cara berdiskusi.

Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir

Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir siswa. Dalam pembelajaran ini materi pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada siswa, akan tetapi siswa dibimbing untuk proses menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa. Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajarkan

Strategi ini menggunakan beberapa metode pembelajaran yang relevan, diantaranya :
  • Metode diskusi
Disini siswa dituntut untuk dapat menemukan pemecahan masalah dari masalah yang dihadapi dengan cara berdiskusi.
  • Metode tanya jawab
Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Disini guru memberikan waktu untuk siswa bertanya kepada gurunya tentang materi pembelajaran.
  • Metode eksperimen
Metode ini dalam strategi pembelajaran merangsang siswa untuk melakukan suatu aktivitas aktif yang berdasarkan pengalaman yang ia alami.

Strategi Pembelajaran Kooperatif/ Kelompok

Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.Strategi pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen), sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok. Setiap kelompok akan memperoleh penghargaan (reward), jika kelompok tersebut menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan.

Strategi Pembelajaran Kooperatif/ Kelompok menggunakan beberapa metode pembelajaran yang relevan, diantaranya :
a. Metode diskusi
Disini siswa dituntut untuk dapat menemukan pemecahan masalah dari masalah yang dihadapi dengan cara berdiskusi.
b. Metode karya wisata
Siswa membentuk suatu kelompok guna untuk mendapatkan pembelajaran dari tempat atau objek yang dikunjungi.
c. Metode eksperimen
Dengan berkelompok siswa melakukan eksperimen atau percobaan tentang suatu hal guna melatih kemampuan dan pemahaman mereka.
d.  Metode tugas atau resitasi
Siswa disuruh membuat suatu kelompok belajar, kemudian mereka diberi tugas guna menggali kemampuan, kekompakan, dan pemahaman siswa akan tugas yang diberikan.

Strategi Pembelajaran Afektif
Strategi pembelajaran afektif memang berbeda dengan strategi pembelajaran kognitif dan keterampilan. Afektif berhubungan dengan nilai (value) yang sulit diukur karena menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam diri siswa. Dalam batas tertentu, afeksi dapat muncul dalam kejadian behavioral. Akan tetapi, penilaiannya untuk sampai pada kesimpulan yang bisa dipertanggungjawabkan membutuhkan ketelitian dan observasi yang terus menerus, dan hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan.

Strategi ini menggunakan beberapa metode pembelajaran yang relevan, diantaranya :
a. Metode tugas atau resitasi
Siswa diberi tugas guna menggali kemampuan dan pemahaman siswa akan tugas yang diberikan.
b. Metode latihan
Siswa diajarkan untuk melatih kemampuan yang dia miliki dan lebih mengasah kemampuan yang dimiliki tersebut.

Demikianlah artikel tentang macam-macam strategi pembelajaran dan metodenya dari blog Santika Aji. Semoga dapat bermanfaat untuk sahabat-sahabat sekalian. Jika ingin mencari artikel terkait ataupun artikel lainnya, silahkan sahabat tulis pada kolom pencarian dibagian atas blog ini. Untuk kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar pada kolom komentar dibawah blog ini.
Terima kasih

√ CONTOH SOAL TWK CPNS TES WAWASAN KEBANGSAAN

CONTOH SOAL TWK CPNS TES WAWASAN KEBANGSAAN (TWK) 



TES WAWASAN KEBANGSAAN (TWK) Tata Negara dan pembahasannya

1. Negara adalah alat masyarakat untuk mengatur hubungan antara manusia dalam masyarakat tersebut. Pernyataan ini merupakan pengertian negara ditinjau dari segi negara sebagai:
a. Organisasi politik.
b. Organisasi kesusilaan.
c. Organisasi integralistik.
d. Organisasi kekuasaan.
e. Organisasi kemasyarakatan.

JAWABAN: D. Organisasi kekuasaan.

PEMBAHASAN Negara adalah suatu organisasi yang di dalamnya terdapat rakyat, wilayah yang permanen,dan pemerintahan yang sah. Dalam arti luas negara merupakan sosial (masyarakat) yang diatur secara konstitusional (berdasarkan undang undang) untuk mewujudkan kepentingan bersama.

2. Wilayah yang dianggap sebagai ekstrateritorial adalah ...
a. wilayah lautan suatu negara.
b. lautan bebas yang ada pemiliknya.
c. tempat tinggal suatu masyarakat.
d. lautan milik bersama masyarakat dunia.
e. tempat bekerja perwakilan suatu negara. 

JAWABAN : E Daerah Ekstrateritorial adalah wilayah tempat berlakunya kekuasaan sebuah negara di luar batasbatas wilayah teritorial negara yang bersangkutan.
 
Contoh : Setiap negara berdaulat atas lautan teritorial yang  jaraknya sampai 12 mil laut, diukur dari garis lurus yang ditarik dari pantai.

3. Alasan pemerintah pusat memberi kekuasaan kepada daerah dengan asas tugas pembantuan adalah ...
a. agar daerah turut serta membantu tugas pemerintah pusat.
b. pemerintah pusat tidak dapat menyelesaikan semua urusan daerah.
c. pemerintah daerah lebih berhasil melaksanakan pembangunan daerahnya.
d. pemerintah pusat kurang dapat bertanggung jawab atas daerahnya.
e. pemerintah daerah lebih bertanggung jawab atas daerahnya.

JAWABAN : B. Pemerintah pusat tidak dapat menyelesaikan semua urusannya di daerah. Tugas pembantuan diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah karena pemerintah pusat memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan urusan-urusannya di daerah.

√ MENGIDENTIFIKASI PERILAKU DAN KARAKTER AWAL SISWA

Mengidentifikasi perilaku dan karakter awal siswa dalam blog ini berisi uraian materi identifikasi karakter siswa mulai dari penjelasan, cara hingga penerapannya. Setiap makhluk memiliki keunikan masing-masing, begitupun dengan manusia. Keuniikan karakter juga termasuk dalam keunikan yang dimiliki oleh manusia yang dalam konteks materi ini adalah siswa/peserta didik. Dari keunikan-keunikan tiap individu tersebut yang terhimpun dalam satu kelas, sehingga didalam kelas akan terdapat berbagai macam karakter yang berbeda-beda. 
 
Kegiatan menganalisis perilaku dan karakteristik awal siswa dalam pengembangan pembelajaran merupakan pendekatan yang menerima siswa apa adanya dan menyusun sistem pembelajaran atas dasar keadaan siswa tersebut. Karena itu, kegiatan menganalisis perilaku dan karakteristik awal siswa merupakan proses untuk mengetahui perilaku yang dikuasai siswa sebelum mengikuti proses pembelajaran, bukan untuk menentukan perilaku prasyarat dalam rangka menyeleksi siswa sebelum mengikuti pelatihan. Konsekuensi dari digunakannya cara ini adalah: titik mulai suatu kegiatan pembelajaran tergantung kepada perilaku awal siswa.

https://santikoaji.blogspot.com/2018/10/mengidentifikasi-perilaku-dan-karakter-awal-siswa.html
Peserta didik didalam kelas

Jadi, mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa/peserta didik dan lingkungan adalah bertujuan untuk menentukan garis batas antara perilaku yang tidak perlu diajarkan dan perilaku yang harus diajarkan kepada siswa/peserta didik. Perilaku yang akan diajarkan ini kemudian dirumuskan dalam bentuk Tujuan Instruksional Khusus atau TIK itu.

Karakteristik siswa merupakan salah satu variabel dari kondisi pengajaran.Variabel ini didefinisikan sebagai aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa. Aspek-aspek ini bisa berupa bakat, minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir dan kemampuan awal (hasil belajar) yang telah dimilikinya .

Karakteristik siswa akan amat berpengaruh dalam pemilihan strategi pengelolaan, yang berkaitan dengan bagaimana menata pengajaran, khususnya komponen-komponen strategi pengajaran, agar sesuai dengan karakteristik perseorangan siswa.

Untuk melakukan kegiatan indentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa, maka kita harus mengetahui sumber yang dapat memberikan informasi kepada pendesain instruksional yang antara lain adalah:
  1. Siswa, mahasiswa dan yang lainnya.
  2. Orang yang mengetahui kondisi siswa seperti guru atau atasannya.
  3. Pengelola program pendidikan yang biasa mengajarkan mata pelajaran.

Berawal dari informasi-informasi tersebut, maka tingkat kemampuan populasi sasaran dalam perilaku-perilaku khusus yang diperoleh dari analisis instruksional, itu perlu di identifikasi agar pengembang instruksional dapat menentukan mana perilaku khusus yang sudah dikuasai siswa untuk diajarkan. Dengan demikian pengembang instruksional dapat pula menentukan titik berangkat yang sesuai bagi siswa yaitu: aspek-aspek analisis pada kegiatan identifikasi perilaku dan karakterisitk awal siswa.

Dalam hal ini ada empat aspek kepribadian si belajar yang tergolong pada kegiatan indentifikasi perilaku dan karakteristik awal si belajar, yaitu :
  1. Kemampuan Dasar;
  2. Latar belakang pengalaman;
  3. Latar belakang sosial;
  4. Perbedaan individual.

Mengidentifikasi perilaku awal dan karakteristik siswa dalam pengembangan program pembelajaran sangat perlu dilakukan, yaitu untuk mengetahui kualitas perseorangan sehingga dapat dijadikan petunjuk dalam mendeskripsikan strategi pengelolaan pembelajaran.

Aspek-aspek yang diungkap dalam kegiatan ini bisa berupa bakat, motivasi belajar, gaya belajar. Kemampuan berfikir, minat, atau kemampuan awal.

Hasil kegiatan mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa akan merupakan salah satu dasar dalam mengembangkan sistem instruksional yang sesuai untuk siswa.
Dengan melaksanakan kegiatan tersebut, masalah heterogen siswa dalam kelas dapat diatasi, setidak-tidaknya banyak dikurangi.

Cara mengidentifikasi perilaku awal siswa


Identifikasi perilaku peserta didik dilakukan dengan memberikan pree-testing yakni tes awal yang dilakukan sebelum dimulai pembelajaran, yang dimaksudkan untuk menguji entry-behavior (kemampuan awal) peserta didik berkenaan dengan tujuan pembelajaran tertentu yang harus dikuasai peserta didik.Identifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa juga dilakukan berkenaan dengan program pembelajaran sebuah mata pelajaran atau sebuah lembaga pendidikan tertentu. (Syahidah, 2012)

Untuk mengungkap kemampuan awal, dapat dilakukan dengan pemberian tes dari tingkat bawah atau tes yang berkaitan dengan materi ajar sesuai dengan panduan kurikulum. Sedangkan minat, motivasi, kemampuan berfikir, gaya belajar dan lain-lainnya dapat dilakukan dengan bantuan tes baku yang telah dirancang oleh para ahli. (Abdurrohim, 2011)

Siapa kelompok sasaran, populasi sasaran, atau sasaran didik kegiatan instruksional itu? Istilah itu digunakan untuk menanyakan dua hal tentang perilaku siswa: Pertama, menanyakan siswa yang mana atau siswa sekolah apa. Kedua, menanyakan sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka miliki sehingga dapat mengikuti pelajaran tersebut.

Pertanyaaan di atas sangat penting dijawab oleh pengembang instruksional sehingga sejak permulaan kegiatan instruksional telah dapat disesuaikan dengan siswa yang akan mengikutinya. Jawaban itu merupakan pula suatu batasan bagi siswa yang bermaksud mengikuti pelajaran tersebut, sehingga bila mempunyai  perilaku awal tersebut, siswa  sebaiknya tidak mengikuti pelajaran tersebut.

Populasi sasaran dirumuskan secara spesifik seperti contoh di bawah ini:

1. Mata pelajaran ini disediakan bagi siswa yang memenuhi syarat sebagai berikut:
  • Pendaftaran pada sekolah ini pada tahun ajaran atau semester ini;
  • Setelah lulus mata pelajaran A.
2. Pelajaran ini disusun bagi siswa kelas dua SMA yang mempunyai minat dalam kelompok bidang studi A1 (IPA kalau sekarang).

3. Kursus ini disediakan bagi karyawan pemerintah atau perusahaan swasta yang memenuhi syarat sebagai berikut:
  • Mempunyai ijazah minimal sarjana muda dalam bidang X atau setaraf;
  • Telah pernah mengikuti dan lulus dalam kursus Y;
  • Menguasai bahasa Inggris minimal secara pasif untuk membaca dan mendengarkan kuliah dalam bahasa Inggris.

Perumusan populasi sasaran seperti contoh tersebut di atas memang dapat membantu kelancaran penyelenggaraan kegiatan instruksional.Perumusan populasi ini biasanya diterapkan oleh lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan.Tetapi seorang pengembang instruksional masih perlu mencari informasi lebih jauh tentang kemampuan populasi sasaran yang dimaksud dalam menguasai setiap perilaku khusus yang telah dirumuskan dalam analisis instruksional.Anda masih ingat bukan?

Perilaku-perilaku khusus itu tersusun secara hierarkikal, prosedural, pengelompokan, atau kombinasi kegiatannya atau dua di antaranya tingkat kemampuan populasi sasaran dalam perilaku-perilaku khusus itu perlu diidentifikasi agar pengembang instruksional dapat menentukan mana perilaku khusus yang sudah dikuasai siswa sehingga perlu diajarkan kembali, dan mana yang belum dikuasai siswa untuk diajarkan. Dengan demikian, pengembang instruksional dapat pula menentukan titik berangkat yang sesuai bagi siswa. (Suparman, 2004: 148)

Ada tiga macam sumber yang dapat memberikan informasi kepada pendesain instruksional, yaitu:
1. Siswa atau calon siswa;
2. Orang yang mengetahui kemampuan siswa atau calon siswa dari dekat seperti guru atau atasannya;
3. Pengelola program pendidikan yang biasa mengajar mata pelajaran tersebut.

Teknik yang digunakan dalam mengidentifikasi kebutuhan instruksional yaitu kuisioner, interview dan observasi, serta tes.Teknik tersebut dapat pula digunakan untuk mengidentifikasi perilaku awal siswa.Subjek yang memberikan informasi diminta untuk mengidentifikasi seberapa jauh tingkat penguasaan siswa atau calon siswa dalam setiap perilaku khusus melalui skala penilaian (rating scales).

Teknik yang dapat menghasilkan data yang lebih keras adalah tes penampilan siswa dan observasi terhadap pelaksanaan pekerjaan siswa serta tes tertulis untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa.Tetapi, bila tes seperti itu tidak tepat dilakukan karena dirasakan kurang etis, kesulitan teknik pelaksanaan, atau tidak mungkin dilakukan karena sebab yang lain, penggunaan skala penilaian cukup memadai.Skala penilaian tersebut diisi oleh orang-orang yang tahu secara dekat terhadap kemampuan siswa dan diisi oleh siswa sebagai self-report.

Berdasarkan masukan ini, dapat ditetapkan.Titik berangkat atau permulaaan perjalanan yang harus diberikan pada siswa.Titik itu adalah perilaku khusus di atas garis batas yang telah dikuasi siswa atau calon siswa.

Apa beda kegiatan ini dengan proses mengidentifikasi kebutuhan instruksional? Pertama, kebutuhan instruksional untuk mengidentifikasi benar tidaknya masalah yang dihadapi harus diselesaikan dengan menyelenggarakan kegiatan instruksional.Sedangkan mengidentifikasi perilaku awal tidak berhubungan dengan masalah tersebut. Kedua, kebutuhan intruksional untuk mengidentifikasi perilaku umum yang akan dijadikan tujuan instruksional umum. Sedangkan kegiatan mengidentifikasi  perilaku awal untuk mengidentifikasi perilaku khusus yang telah dikuasai siswa.

Hasil akhir dari kegiatan mengidentifikasi perilaku awal ini akan dijadikan pedoman untuk menetapkan perilaku-perilaku khusus yang tidak perlu diajarkan lagi dan perilaku-perilaku khusus yang masih harus diajarkan. Dengan demikian hasil kegiatan tersebut dapat pula digunakan  untuk menetapkan titik berangkat dalam mengajar. (Suparman, 2004: 148)

Informasi yang diperoleh dari siswa, masyarakat, dan pendidik tidak selalu sejalan. Pengetahuan dan keterampilan yang dirasakan telah cukup dikuasai oleh siswa, adakalanya dinilai sebaliknya oleh sumber informasi yang lain. Demikian pula pengetahuan atau keterampilan yang dianggap tidak penting dan tidak relevan oleh siswa, mungkin dianggap sebaliknya oleh pendidik.

Dalam hal seperti itu pengembang instruksional yang melakukan kegiatan identifikasi perilaku awal siswa menafsirkan data dengan lebih hati-hati. Walaupun pada dasarnya pengembang instruksional harus lebih memusatkan perhatian pada informasi yang diperoleh dari siswa, data dari sumber lain tidak dapat diabaikan begitu saja.

Untuk data yang sulit ditafsirkan karena perbedaan pendapat berbagai pihak seperti yang digambarkan tadi, perlu diadakan pendekatan seminar atau pertemuan kecil yang diikuti berbagai pihak yang bersangkutan dan pengembang program agar dapat ditarik kesimpulan yang lebih tepat.


Di samping mengidentifikasi perilaku awal siswa, pengembang instruksional harus pula mengidentifikasi karakteristik siswa yang berhubungan dengan keperluan pe-ngembangan instruksional. Minat siswa pada umumnya, misalnya pada olahraga, karena sebagian besar siswa adalah penggemar olahraga, dapat dijadikan bahan dalam memberi-kan contoh dalam rangka penjelasan materi pelajaran.

Kemampuan siswa yang kurang dalam membaca bahasa Inggris merupakan masukan pula bagi pengembang instruksional untuk memilih bahan-bahan pelajaran yang tidak berbahasa Inggris atau menerjemahkan-nya terlebih dahulu ke dalam bahasa Indonesia.

Demikian pula bila siswa senang dengan lelucon, pendesain instruksional sebaiknya mempertimbangkan penggunaan lelucon dalam strategi instruksionalnya.Bila siswa sebagian besar tidak mempunyai video di rumah, pedesain instruksional tidak dapat membuat program video untuk dipelajari siswa di rumah. Informasi di atas perlu dicari oleh pengembang instruksional sehingga ia dapat mengembangkan sistem instruksional yang sesuai dengan karakteristik siswa tersebut.

Teknik yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi karakteristik awal siswa sama dengan teknik yang digunakan dalam mengidentifikasi perilaku awal, yaitu kuisioner, interview, observasi, dan tes. Tujuan untuk mengetahui karakteristik awal siswa adalah untuk mengukur apakah siswa akan mampu mencapai tujuan belajarnya atau tidak ; sampai dimana minat siswa terhadap pelajaran yang akan dipelajari.

Bila si belajar mampu , hal-hal apa yang memperkuat, dan bila tidak mampu, hal-hal apa yang menjadi penghambat. Hal-hal yang perlu diketahui dari si pelajar bukan hanya dilihat faktor-faktor akademisnya, akan tetapi juga dilihat faktor-faktor sosialnya, sebab kedua hal tersebut sangat mempengaruhi proses belajar si pelajar.

Informasi yang dikumpulkan terbatas kepada karakteristik siswa yang ada manfaat-nya dalam proses pengembangan instruksional

SISTEM BAHAN BAKAR MEKANIK : Penjelasan, Komponen dan Fungsinya

Sistem bahan bakar pada kendaraaan merupakan sesuatu yang sangat vital sehingga kita perlu untuk mempelajarinya. Dengan mempelajari sistem bahan bakar kita dapat mengetahui seluk-beluk sistem tersebut dimana pengetahuan ini dapat digunakan untuk melakukan pengecekan, perawatan ataupun mendiagnosa jika terdapat kerusakan pada sistem tersebut. Tanpa sistem bahan bakar yang baik, kendaraan tidak akan mampu beroperasi dengan maksimal. Entah kendaraan mengalami sendatan-sendatan, boros bahan bakar, terasa berat bahkan hingga mengalami mogok dan tidak dapat dioperasikan.

Oleh karena itu dalam blog Santika Aji ini terdapat beberapa penjelasan tentang sistem bahan bakar mulai dari pengertian sistem bahan bakar, komponen sistem bahan bakar dan fungsi dari sistem bahan bakar tersebut. Semoga dapat bermanfaat untuk sahabat sekalian.
https://santikoaji.blogspot.com/2018/10/sistem-bahan-bakar-penjelasan-komponen-dan-fungsinya.html
ilustrasi : perawatan sistem bahan bakar

Sistem Bahan Bakar

Sistem bahan bakar adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk mencampur udara dan bahan bakar selanjutnya  mengirim campuran tersebut dalam bentuk kabut ke ruang bakar.
Dilihat dari cara pemasukan campuran bahan bakar dan udara tersebut terdapat dua macam.
  1. Cara pertama, masuknya campuran udara dan bahan bakar dengan cara dihisap. Cara pertama biasa disebut sistem bahan bakar konvensional
  2. Cara kedua masuknya campuran udara dan bahan bakar dengan cara diinjeksikan.

Komponen Sistem Bahan Bakar Mekanik

Komponen sistem bahan bakar konvensional terdiri dari :
a. Tangki bahan bakar.
b. Saluran bahan bakar.
c. Saringan bahan bakar.
d. Pompa bahan bakar.
e. Karburator.

https://santikoaji.blogspot.com/2018/10/sistem-bahan-bakar-penjelasan-komponen-dan-fungsinya.html
Tangki bahan bakar

Fungsi Komponen Sistem Bahan Bakar Mekanik

Tangki bahan bakar.
Bagian ini berfungsi untuk menampung bahan bakar bensin. Umumnya tangki bahan bakar terbuat dari lembaran baja yang tipis. Penempatan tangki bahan bakar biasanya diletakkan di bagian belakang kendaraan untuk mencegah bocoran apabila terjadi benturan.

Saluran bahan bakar
Pada saluran bahan bakar terdapat tiga buah saluran bahan bakar yaitu :
  • Saluran utama yang menyalurkan bahan bakar dari tangki ke pompa bahan bakar.
  • Saluran pengembali yang menyalurkan bahan bakar kembali dari karburator ke tangki.
  • Saluran uap bahan bakar yang menyalurkan gas HC (uap bensin) dari dalam tangki bahan bakar.
Saringan bahan bakar
Berfungsi untuk menyaring kotoran atau air yang mungkin terdapat di dalam bensin. Dalam saringan terdapat elemen yang berfungsi untuk menghambat kecepatan aliran bahan bakar, mencegah masuknya air dan kotoran masuk ke karburator. Partikel kotoran yang besar mengendap di dasar saringan, sedang partikel yang kecil disaring oleh elemen.

https://santikoaji.blogspot.com/2018/10/sistem-bahan-bakar-penjelasan-komponen-dan-fungsinya.html
Saringan / filter bahan bakar


Pompa bahan bakar
Pompa bahan bakar ini berfungsi untuk memompa bensin dari tangki bensin kedalam karburator.

Karburator
Karburator adalah komponen pada sistem bahan bakar yang berfungsi untuk mencampur bensin dengan udara dengan menggunakan perbandingan tertentu.

Adapun macam-macam karburator adalah sebagai berikut :
Dilihat dari tipe venturi, karburator dapat dibedakan menjadi 3 yaitu meliputi :
  • Karburator dengan venturi tetap (fixed venturi). Karburator dengan venturi tetap (fixed venturi) dewasa ini masih banyak digunakan karena konstruksinya sederhana.
  • Karburator variable venturi. Karburator variable venturi menggunakan sistem dimana  permukaan venturi dikontrol sesuai dengan banyaknya udara yang dihisap.
  • Karburator air valve venturi Pada karburator air valve venturi, membukanya air valve dikontrol dengan besarnya udara yang dihisap. Konstruksinya berbeda dengan karburator variable venturi, tetapi cara kerjanya sama.
Dilihat dari arah masuk campuran udara dan bahan bakar :
Karburator arus turun
Pada karburator arus turun, arah masuknya campuran udara dan bahan bakar adalah ke bawah (down draft). Karburator jenis ini banyak digunakan karena tidak ada kerugian gravitasi.
Karburator arus datar
Pada karburator arus datar, arah masuknya campuran udara dan bahan bakar adalah ke samping (side draft). Karburator tersebut pada umumnya digunakan pada mesin yang memiliki output yang tinggi.
Dilihat dari jumlah barel, karburator dapat dibedakan menjadi:
Karburator single barel.
Pada karburator single barel, semua kebutuhan bahan bakar pada berbagai putaran mesin dilayani oleh satu barel. Padahal pada putaran mesin rendah, diameter venturi yang besar akan lebih lambat menghasilkan tenaga dibanding diameter venturi yang kecil.

Karburator double barel
Pada putaran rendah, karburator double barel cepat menghasilkan tenaga (output) karena yang bekerja hanya primary venturi yang mempunyai diameter venturi kecil. Pada putaran tinggi, baik prymary maupun secondary venturi bekerja bersama-sama sehingga output yang dicapai akan tinggi karena total diameter venturinya besar.

Prinsip Kerja Karburator

Prinsip dasar karburator sama dengan prinsip pengecatan dengan penyemprotan.
Pada saat udara ditiup melalui bagian ujung pipa penyemprot, tekanan di dalam pipa akan turun (rendah). Akibatnya cairan yang ada di dalam tabung akan terhisap keluar dan membentuk partikel-partikel kecil saat terdorong oleh udara. Semakin cepat aliran udara, maka semakin rendah tekanan udara pada ujung pipa sehingga semakin banyak cairan bahan bakar yang keluar dari pipa.

Cara Kerja Karburator

Untuk memenuhi kebutuhan kerjanya, pada karburator terdapat beberapa sistem yaitu :
  1. Sistem pelampung
  2. Sistem Stasioner dan Kecepatan Lambat
  3. Sistem Kecepatan Tinggi Primer
  4. Sistem Kecepatan Tinggi Sekunder
  5. Sistem Tenaga (Power System)
  6. Sistem Percepatan
  7. Sistem Cuk
  8. Mekanisme idel cepat
  9. Hot Idle Compensator
  10. Anti Dieseling
  11. Deceleration Fuel Cut Off System
https://santikoaji.blogspot.com/2018/10/sistem-bahan-bakar-penjelasan-komponen-dan-fungsinya.html
Gambar Karburator
Untuk mempermudah dalam analisa kerusakan atau gangguan yang disebabkan karburator, maka perlu diuraikan atau dijelaskan masing-masing sistem yang ada pada karburator.

Sistem Pelampung
Sistem pelampung diperlukan untuk menjaga agar permukaan bahan bakar pada ruang pelampung selalu konstan. Pada ruang pelampung terdapat pelampung (float) dan jarum pelampung (needle valve).

Sistem Stasioner dan Kecepatan lambat
Pada saat mesin berputar stasioner, bahan bakar mengalir dari ruang pelampung melalui primary main jet, kemudian ke slow jet, economizer jet, dan akhirnya ke ruang bakar melalui idle port.
Kemudian pada saat pedal gas ditekan sedikit, maka katup gas akan membuka lebih lebar sehingga aliran bahan bakar dari ruang pelampung tersebut masuk ke ruang bakar selain melalui idle port juga  melalui slow port.

Sistem kecepatan Tinggi Primer
Pada saat pedal gas dibuka lebih lebar, aliran bahan bakar dari ruang pelampung langsung menuju primary main nozle (nosel utama primer). Sementara dari idel port dan slow port tidak lagi mengeluarkan bahan bakar karena kevakuman pada idel port dan slow port lebih rendah dari pada di daerah prymary main nozle.
Pada saat pedal gas dibuka lebih lebar, aliran bahan bakar dari ruang pelampung langsung menuju primary main nozle (nosel utama primer). Sementara dari idel port dan slow port tidak lagi mengeluarkan bahan bakar karena kevakuman pada idel port dan slow port lebih rendah dari pada di daerah prymary main nozle.

Sistem Kecepatan Tinggi Sekunder

Pada saat pedal gas dibuka penuh, maka katup gas sekunder (secondary throttle valve) terbuka sehingga bahan bakar keluar selain dari nosel utama primer juga melalui nosel utama sekunder. Dengan demikian jumlah bahan bakar yang masuk lebih banyak lagi, karena dari kedua nosel mengeluarkan bahan bakar.

Sistem Tenaga
Prymary high system mempunyai perencanaan untuk pemakaian bahan bakar yang ekonomis. Apabila mesin harus mengeluarkan tenaga yang besar, maka harus ada tambahan bahan bakar ke prymary high speed system. Tambahan bahan bakar disuplai oleh power sistem (sistem tenaga) sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi kaya (12-13 : 1).
Apabila katup gas hanya terbuka sedikit, kevakuman pada intake manifold besar, sehingga power piston akan terhisap pada posisi atas. Hal tersebut akan menyebabkan power spring (B) menekan power valve sehingga power valve tertutup.
Apabila katup gas dibuka lebih lebar, maka kevakuman pada intake manifold akan berkurang sehingga kevakuman tersebut tidak mampu melawan tegangan pegas power valve (spring A). Akibatnya power piston akan menekan power valve sehingga saluran power jet terbuka. Pada keadaan seperti ini bahan bakar disuplai dari prymary main jet dan power jet.

Sistem Percepatan
Pada saat pedal gas diinjak secara tiba-tiba, katup gas akan membuka secara tiba-tipa pula, sehingga aliran udara akan menjadi lebih cepat. Sementara bahan bakar mengalir lebih lambat karena berat jenis bahan bakar lebih rendah dari pada udara sehingga campuran menjadi kurus. Padahal pada keadaan tersebut dibutuhkan campuran yang kaya. Untuk itu pada karburator dilengkapi dengan sistem percepatan.
Pada saat pedal gas diinjak secara tiba-tiba, plunger pompa akan bergerak turun menekan bahan bakar yang ada di ruangan di bawah plunger pompa. Akibatnya bahan bakar akan mendorong outlet steel ball dan discharge weight, sehingga bahan bakar keluar melalui pump jet menuju ruang bakar.
Setelah melakukan penekanan, plunger pump kembali ke posisi semula karena adanya pegas yang ada di bawah plunger pompa. Akibatnya bahan bakar yang ada di ruang pelampung terhisap melalui inlet steel ball.

Sistem Cuk
Pada saat mesin dingin, bahan bakar tidak akan menguap dengan baik dan sebagian campuran udara dan bahan bakar yang mengalir akan mengembun pada dinding intake manifold karena intake manifold dalam keadaan dingin. Keadaan tersebut akan mengakibatkan campuran udara dan bahan bakar menjadi kurus sehingga mesin sukar hidup. Sistem cuk membuat campuran udara dan bahan bakar menjadi kaya (1:1) yang disalurkan ke dalam silinder apabila mesin masih dingin.

Ada dua sistem cuk yang biasa digunakan pada karburator yaitu sistem cuk manual dan sistem cuk otomatis.
  • Sistem Cuk Manual
Pada sistem cuk manual untuk membuka dan menutup katup cuk digunakan linkage yang dihubungkan ke ruang kemudi. Apabila pengemudi akan membuka atau menutup katup cuk cukup menarik atau menekan tombol cuk yang ada pada instrumen panel (dashboard).
  • Sistem Cuk Otomatis
Pada sistem cuk otomatis, katup cuk membuka dan menutup secara otomatis tergantung dari temperatur mesin. Pada umumnya sistem cuk otomatis yang digunakan pada karburator ada dua macam yaitu : sistem pemanas dari exhaust dan sistem electric.

Mekanisme Idel Cepat
Mekanisme idel cepat diperlukan untuk menaikkan putaran idel pada saat mesin masih dingin dan katup cuk dalam keadaan menutup.
Apabila katup cuk menutup penuh dan katup throttle ditekan sekali, kemudian dibebaskan, maka pada saat yang sama, fast idel cam yang dihubungkan dengan cuk melalui rod berputar berlawanan arah jarum jam. Kemudian fast idel cam menyentuh cam follower yang dihubungkan dengan katup throttle sehingga katup throttle akan membuka sedikit.

Hot Idel Compensator (HIC)
Apabila kendaraan berjalan lambat dan temperatur di sekelilingnya tinggi, maka temperatur di dalam komponen mesin akan naik. Hal tersebut akan menyebabkan bahan bakar dalam ruang pelampung banyak yang menguap dan masuk ke intake manifold. Akibatnya campuran udara dan bahan bakar menjadi gemuk sehingga memungkinkan putaran idel kasar. Oleh karena itu pada karburator perlu dilengkapi dengan HIC untuk mengatasi masalah tersebut.
Pada saat temperatur mesin naik, maka bimetal membuka thermostatic valve, sehingga udara dari air horn mengalir ke dalam intake manifold melalui saluran udara dalam flange sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi normal kembali. Katup thermostatic mulai membuka apabila temperatur di sekeliling elemen bimetal telah mencapai 55˚ C dan akan membuka penuh pada temperatur 75˚ C.

Anti Dieseling
Dieseling adalah berputarnya mesin setelah kunci kontak dimatikan. Meskipun kunci kontak telah dimatikan, mesin masih bisa hidup karena pada ruang bakar ada panas (bara api). Terjadinya proses pembakaran bukan karena nyala api dari busi, tetapi dari tumpukan karbon (deposit) yang membara. Adapun cara kerja anti dieseling adalah sebagai berikut :
Apabila kunci kontak di ON kan, maka arus akan mengalir dari baterai ke solenoid sehingga selonoid akan menjadi magnit. Akibatnya katup tertarik sehingga saluran pada economiser jet terbuka dan bahan bakar dapat mengalir ke idle port. Setelah kunci kontak dimatikan, arus yang ke solenoid tidak ada sehingga kemagnitannya hilang. Akibatnya katup solenoid turun ke bawah karena adanya pegas sehingga saluran pada economiser jet tertutup. Dengan demikian tidak akan terjadi dieseling karena bahan bakar tidak dapat mengalir ke idle port.

Deceleration Fuel Cut-Off System
Pada saat deselerasi, throttle valve akan menutup rapat sementara putaran mesin masih tinggi. Hal tersebut mengakibatkan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar lebih banyak sehingga campuran menjadi gemuk. Untuk itu pada karburator perlu dilengkapi dengan “Deceleration Fuel Cut-Off System“ yang berfungsi menutup aliran bahan bakar dari slow port sehingga konsentrasi CO dan HC dapat diturunkan.

Selama pengendaraan normal dengan putaran mesin di bawah 2000 rpm, solenoid valve pada posisi ON. Pada saat ini saluran bahan bakar pada slow port terbuka karena solenoid mendapat masa dari Emission Control Computer.

Apabila putaran mesin mencapai 2000 rpm atau lebih,  Emission Control Computer akan menghubungkan arus solenoid ke masa melalui vacuum switch. Pada saat ini vacuum switch pada posisi ON karena vacuum pada TP port lebih kecil dari 400 mmHg.

Apabila pada putaran mesin di atas 2000 rpm, kemudian pedal gas tiba-tiba dilepas (deselerasi) maka vacuum pada TP port akan lebih besar dari 400 mmHg, vacuum switch akan OFF dan solenoid valve tidak mendapat masa sehingga solenoid valve menutup saluran bahan bakar yang ke slow port.

Apabila putaran mesin mencapai 2000 rpm , maka solenoid valve akan mendapat masa dari emission control computer kembali sehingga saluran bahan bakar yang ke slow port dan idle port terbuka dan bahan bakar akan mengalir kembali. Hal tersebut untuk mencegah mesin mati dan mempertahankan agar mesin dapat hidup pada putaran idle.

Demikian artikel dari blog Santika Aji tentang Sistem bahan bakar yang meliputi penjelasan, komponen dan fungsi bahan bakar. Untuk sahabat sekalian yang ingin memberika kritik atau saran silahkan tuliskan pada kolom komentar dibawah blog ini. Jika ingin mencari artikel lainnya silahkan ketik pada kolom komentar yang terdapat pada bagian atas blog karena terdapat banyak artikel lain yang mungkin juga menjadi artikel yang di cari oleh sahabat-sahabat sekalian. Terima kasih